Berita Emas 12 Agustus 2025

PT Rifan

PT Rifan – Ketidakpastian Kebijakan Trump Tekan Harga Emas
Emas masih tertekan setelah Presiden Donald Trump mengatakan impor emas batangan tidak akan dikenakan tarif AS, meskipun para pedagang masih menunggu klarifikasi resmi atas kebijakan tersebut menyusul keputusan federal minggu lalu yang menimbulkan kekacauan dan kebingungan di pasar.

Harga emas batangan spot bertahan di dekat $3.350 per ons saat pasar dibuka di Asia hari Selasa (12/8), menyusul penurunan 1,6% pada hari Senin setelah Trump mengunggah postingan “Emas tidak akan dikenakan tarif!” di media sosial. Harga berjangka logam mulia di New York juga merugi sekitar 2,5%.

Pabean dan Perlindungan Perbatasan AS mengejutkan para pedagang minggu lalu dengan memutuskan bahwa impor akan dikenakan bea masuk. Kejutan tersebut menyebabkan harga berjangka di Comex New York melonjak lebih dari $100 di atas harga spot acuan di London pada hari Jumat; selisihnya sejak itu menyempit menjadi sekitar $50.

Keputusan Washington mengenai tarif emas memiliki implikasi luas bagi aliran emas batangan di seluruh dunia, dan berpotensi untuk kelancaran fungsi kontrak berjangka AS. Pemerintah telah membebaskan logam mulia dari bea pada bulan April, dan sampai ada kejelasan jangka panjang, kata para pedagang, pasar logam mulia akan tetap gelisah.

Emas telah naik lebih dari seperempat tahun ini, dengan sebagian besar kenaikan tersebut terjadi dalam empat bulan pertama. Hal ini didukung oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan yang telah memacu permintaan safe haven, bersama dengan pembelian bank sentral yang kuat.

Di tempat lain, dolar menguat pada hari Senin menjelang laporan inflasi utama AS yang akan dirilis Selasa malam yang dapat memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan moneter Federal Reserve. Suku bunga yang lebih tinggi negatif untuk emas tanpa bunga, sementara greenback yang lebih kuat cenderung membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi sebagian besar pembeli.

Investor juga mempertimbangkan langkah Trump pada hari Senin untuk memperpanjang gencatan senjata tarif pada barang-barang Tiongkok selama 90 hari lagi hingga awal November. Langkah ini diharapkan meredakan kekhawatiran akan perang dagang yang kembali terjadi, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven.

Emas spot naik 0,2% menjadi $3.348,54 per ons pada pukul 07.36 pagi waktu Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, setelah mencatat kenaikan 0,3% pada hari Senin. Perak dan paladium sedikit menguat, sementara platinum stabil. (Arl)

Sumber: Bloomberg

Harga Emas Tergelincir Jelang Rilis Data Inflasi AS
Harga emas turun pada Senin (11/8) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa emas batangan impor tidak akan dikenakan tarif, sementara investor menunggu rilis data inflasi AS yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 2,5% menjadi $3.404,70 per ons.

Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi pada Jumat lalu setelah muncul laporan bahwa Washington mungkin akan memberlakukan tarif impor khusus untuk jenis emas batangan yang paling banyak diperdagangkan di AS.

Namun, dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya pada Senin, Trump menegaskan bahwa emas tidak akan dikenakan tarif, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, pasar mungkin menjadi sedikit lebih bearish karena ketidakpastian ini sudah terjawab. “Para trader akan beralih fokus ke hal lain, dan hal itu justru bisa positif bagi emas karena prospek penurunan suku bunga di AS dalam waktu dekat,” ujarnya.

Harga emas spot turun 1,2% menjadi $3.358,33 pada pukul 13:52 waktu AS (17:52 GMT).

Dari sisi data, inflasi konsumen AS (CPI) akan dirilis Selasa, disusul data inflasi produsen (PPI) pada Kamis. Wyckoff menambahkan, jika data inflasi pekan ini lebih tinggi dari perkiraan, The Fed bisa saja menunda pemangkasan suku bunga September, yang akan berdampak negatif bagi emas.

Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan baru-baru ini telah meningkatkan taruhan trader terhadap pemangkasan suku bunga September.

Sementara itu, tenggat waktu kesepakatan dagang AS–Tiongkok pada 12 Agustus dan pertemuan Trump–Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk membahas perang Ukraina turut menjadi sorotan pasar.

Emas cenderung berkinerja baik di masa ketidakpastian dan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 1,4% menjadi $37,78, platinum melemah 0,4% ke $1.326,09, dan paladium naik 2,1% ke $1.149,25.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.