Berita Emas 1 April 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Menguat Terkait Penurunan Ketegangan di Timur Tengah
Harga emas mengalami kenaikan sisesi Asia diperdagangkan $4.716 per try ons, seiring dengan munculnya tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan ini sempat mempengaruhi pasar energi, namun kini, situasi yang lebih tenang bisa berpotensi menurunkan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran terkait dengan kenaikan suku bunga bank sentral. Keadaan ini membawa angin segar bagi pasar emas yang sering kali dilihat sebagai aset safe haven.

Menurut laporan berita dari Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kepada para penasihatnya bahwa dia bersedia untuk mengakhiri konflik dengan Iran, meskipun Selat Hormuz tetap dalam keadaan tertutup sebagian besar. Ini menjadi sinyal bahwa ada kemungkinan penyelesaian damai yang dapat meredakan ketegangan geopolitik yang berlangsung selama ini.

Sementara itu, informasi dari Iran menyebutkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga membuka kemungkinan untuk mempertimbangkan akhir dari perang, dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Keinginan kedua pihak ini untuk berdialog menunjukkan adanya jalan keluar dari ketegangan yang berlarut-larut, yang dapat membawa dampak positif pada stabilitas pasar global, termasuk pasar emas.

Para analis dari OCBC Group Research menilai bahwa jika ketegangan geopolitik benar-benar mereda atau kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi kembali muncul, maka ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve (Fed) bisa kembali menguat. Dalam situasi tersebut, kemungkinan besar hasil riil (real yields) akan turun, yang akan memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.

Melihat ke depan, para ahli memprediksi bahwa harga emas bisa terus menguat jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah berkurang dan jika bank-bank sentral di dunia, khususnya The Fed, mengubah kebijakan mereka untuk mengurangi tingkat suku bunga. Hal ini akan mempengaruhi likuiditas global dan memberikan peluang bagi emas untuk mendapatkan perhatian lebih sebagai investasi yang aman. Jika situasi ini terwujud, emas diperkirakan akan terus menarik minat investor, dengan kemungkinan harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Emas Naik untuk Hari Ketiga, Harapan Perang Iran Segera Berakhir
Harga emas naik untuk sesi ketiga berturut-turut seiring dengan pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi setelah munculnya tanda-tanda bahwa AS dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Dolar AS dan imbal hasil Treasury semakin menurun setelah laporan yang menyebutkan kedua negara menunjukkan sinyal untuk mencapai resolusi. Hal ini membantu mendorong harga emas hingga 3,4%, mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Pada Selasa pagi, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri konflik meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup. Trump juga menyerukan negara-negara lain untuk merebut kendali Selat Hormuz, sementara Iran terus meluncurkan serangan misil di seluruh Teluk Persia, mengungkapkan frustrasinya karena perang yang telah berlangsung sebulan ini belum terselesaikan.

“Pasar sangat dipengaruhi oleh berita utama, padahal kenyataannya tampaknya tidak banyak perubahan,” kata David Wilson, direktur strategi komoditas di BNP Paribas SA. “Namun, ini menunjukkan bahwa jika ada kesepakatan perdamaian yang akan datang, harga emas akan meroket tajam. Sebaliknya, jika ada bentuk invasi darat oleh pasukan AS, kita dapat mengharapkan harga emas untuk turun.”

Secara terpisah, data AS menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen meningkat secara tak terduga pada bulan Maret dengan pandangan yang sedikit lebih optimis terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja. Jumlah lowongan pekerjaan turun dan perekrutan melambat pada bulan Februari, menunjukkan permintaan tenaga kerja yang lebih dingin sebelum perang menyebabkan ketidakpastian tambahan.

Meskipun ada rebound yang kuat dalam beberapa hari terakhir, harga emas tetap berada di jalur untuk bulan terburuk sejak 2008 karena konflik Timur Tengah telah mengacaukan pasar global dan memicu kekhawatiran tentang lonjakan inflasi serta pelambatan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan.

Para trader sebelumnya memperkirakan bahwa bank sentral global mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga yang tinggi, namun mereka membalikkan posisi pada hari Senin setelah Jerome Powell mengatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan bunga. Sementara itu, emas juga tertekan oleh penjualan paksa yang terkait dengan penurunan pasar saham pada beberapa minggu pertama perang yang kini memasuki bulan keduanya.

Harga emas spot naik 3,6% menjadi $4,672.65 per ons pada pukul 15:03 waktu New York. Harga perak naik 7,2% menjadi $75,15 per ons. Platinum dan paladium juga mengalami kenaikan. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,5%.(mrv) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.