
PT Rifan Financindo – Emas dan Perak Terkoreksi Jelang Pembicaraan Damai Iran
Harga logam mulia melemah pada hari Senin (20/4) seiring meningkatnya tensi menjelang rencana pembicaraan damai untuk mengakhiri perang Iran dan membuka kembali Selat Hormuz. Sentimen pasar ikut dipengaruhi aktivitas Presiden AS Donald Trump di Truth Social, dengan sejumlah unggahan yang menegaskan pembelaan atas perang dan target mencegah Iran membangun senjata nuklir.
Pergerakan ini membalik sebagian tren pekan lalu ketika perdagangan “risk-on” mulai kembali. Di sesi terakhir, kontrak emas bulan terdekat ditutup turun 1,1% ke US$4.806,50/oz, sementara perak turun 2,2% ke US$79,951/oz.
Ke depan, arah logam mulia diperkirakan tetap headline-driven, dengan pasar memantau perkembangan pembicaraan damai, dinamika Selat Hormuz, serta setiap pernyataan lanjutan dari Washington yang dapat mengubah persepsi risiko dan positioning investor. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id
Emas Stabil, Pasar Cermati Talks AS-Iran dan Arah The Fed
Harga emas bergerak stabil saat pelaku pasar menimbang peluang kesepakatan untuk mengakhiri perang di Iran yang telah mengganggu pasokan energi global dan memperbesar risiko inflasi. Bullion bertahan di sekitar $4.830 per ons pada perdagangan awal, setelah turun 0,2% pada sesi sebelumnya.
Fokus pasar tertuju pada rencana putaran berikutnya pembicaraan damai AS-Iran di Pakistan. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan menuju Pakistan untuk negosiasi lanjutan, sementara Iran juga disebut akan mengirim delegasi setelah sebelumnya menyatakan ragu untuk berpartisipasi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Tenggat gencatan senjata juga menjadi variabel utama. Presiden Donald Trump mengatakan gencatan dua pekan akan berakhir pada “Rabu malam waktu Washington”, sehingga jendela diplomasi dipandang sempit dan rentan terganggu oleh perkembangan lapangan.
Di sisi lain, perang yang memasuki pekan kedelapan masih memicu guncangan pasokan energi yang menambah tekanan inflasi. Kondisi ini membuat bank sentral cenderung menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan, yang menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil, meski Marc Loeffert dari Heraeus Precious Metals menilai pelemahan emas selama perang tidak mengubah daya tarik fundamentalnya sebagai pelindung daya beli dalam jangka panjang.
Pelaku pasar juga menunggu paparan calon ketua The Fed pilihan Trump, Kevin Warsh, di hadapan Senate Banking Committee. Sinyal yang mengarah pada pelonggaran kebijakan tahun ini berpotensi mendukung emas, sementara sikap lebih hati-hati terhadap inflasi dan penolakan memangkas suku bunga akan cenderung menekan logam mulia; Warsh juga diperkirakan menegaskan komitmen menjaga independensi bank sentral.
Pada perdagangan terbaru, spot gold naik 0,2% ke $4.831,77 per ons (07.00 Singapura) dengan indeks dolar Bloomberg datar setelah turun 0,1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga minyak melemah pada Selasa setelah saham AS turun dari rekor pada Senin, sehingga arah emas dan minyak sama-sama dipengaruhi oleh kombinasi perkembangan talks, tenggat gencatan, serta ekspektasi suku bunga dan inflasi.
5 inti poin :
- Emas stabil di sekitar $4.830/oz, setelah turun 0,2% pada sesi sebelumnya.
- Pasar menunggu putaran baru talks AS-Iran di Pakistan; JD Vance menuju Pakistan dan Iran disebut ikut kirim delegasi.
- Trump menegaskan gencatan dua pekan berakhir Rabu malam waktu Washington, meningkatkan sensitivitas pasar terhadap headline.
- Guncangan pasokan energi memperbesar risiko inflasi; bank sentral cenderung menahan/menaikkan suku bunga, menjadi headwind bagi emas.
- Pasar juga memantau kesaksian Kevin Warsh; sinyal dovish dukung emas, sinyal hawkish soal inflasi berpotensi menekan emas; minyak disebut melemah pada Selasa.(asd)* PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
