Berita Emas 10 juni 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Turun Lagi, Bentrokan AS–Iran Tekan Sentimen
Emas kembali melemah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter militer AS di dekat Oman. Ketegangan ini mengancam gencatan senjata yang rapuh dan memperbesar risiko konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Harga emas sempat turun hingga 1,2% ke dekat US$4.200/oz, setelah pada sesi sebelumnya sudah melemah 1,6%. Pada pukul 08.15 waktu Singapura, emas spot tercatat turun 0,9% ke US$4.223,82/oz. Perak ikut melemah 0,6% ke US$64,97/oz, sementara platinum dan palladium juga bergerak turun.

Tekanan pada emas muncul karena pasar melihat konflik AS–Iran dapat memperpanjang gangguan di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman energi global. Media Iran melaporkan sedikitnya enam ledakan di Pulau Qeshm, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman tanpa respons. Risiko ini membuat pasar kembali khawatir terhadap pasokan energi.

Harga minyak yang rebound pada Rabu menambah tekanan bagi emas. Jika minyak naik dan pasokan energi tetap terganggu, inflasi global bisa bertahan tinggi. Kondisi ini membuat bank sentral lebih mungkin menahan suku bunga di level tinggi atau bahkan menaikkannya. Bagi emas, skenario tersebut negatif karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Dari sisi teknikal, tekanan juga semakin kuat setelah emas turun melewati moving average 200 hari, level penting yang sering dipantau investor besar. Penembusan level ini dapat memicu penjualan lanjutan. Standard Chartered menilai pergerakan emas dalam jangka pendek makin rentan jika peluang kenaikan suku bunga meningkat, dengan area support berikutnya berada di sekitar US$4.100/oz.

Meski tekanan jangka pendek masih besar, permintaan fisik tidak sepenuhnya lemah. Pasar India disebut masih lunak, tetapi China tetap menjadi titik terang dengan premium lokal yang stabil di bawah US$10/oz. Untuk saat ini, arah emas masih akan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama: perkembangan konflik AS–Iran, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga bank sentral.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas & Perak Tertekan, Trump–Iran Picu Kembali Narasi “Suku Bunga Tinggi”
Emas dan perak memperpanjang pelemahan pada hari Selasa (9/6) setelah ketegangan Timur Tengah kembali naik dan pasar menilai risiko pengetatan pasokan energi bisa bertahan lebih lama. Sentimen berubah ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan AS “harus merespons” setelah menuding Iran menembak jatuh helikopter militer AS di lepas Oman, menambah ancaman baru bagi proses perdamaian yang selama ini disebut “hampir tercapai”.

Kenaikan risiko geopolitik ini menghidupkan lagi jalur transmisi yang belakangan paling menekan logam mulia: energi ketat ? inflasi lebih tinggi ? suku bunga lebih tinggi. Dalam skenario itu, bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkan, yang menjadi beban bagi emas dan perak karena keduanya tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi teknikal, emas juga terseret setelah menembus moving average 200 hari, level yang sering dipantau investor institusi dan bisa memicu aksi jual lanjutan. Emas kini disebut sekitar 19% di bawah level sebelum perang Iran pecah akhir Februari, menegaskan bahwa pasar masih melihat tekanan “rate-driven” lebih dominan dibanding fungsi safe haven.

Citigroup juga memangkas target emas 3 bulan menjadi US$4.000/oz dari US$4.300/oz, dengan alasan peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini meningkat, meski mempertahankan target 6–12 bulan di US$5.000/oz. Artinya, pandangan jangka panjang bisa tetap konstruktif, tetapi ruang gerak jangka pendek dinilai berisiko tinggi.

Pada penutupan New York, emas spot turun 1,5% ke US$4.263,43/oz, sementara perak jatuh 4,4%. Indeks dolar Bloomberg memang sedikit melemah, tetapi belum cukup untuk menahan tekanan dari kombinasi headline geopolitik, ekspektasi inflasi energi, dan repricing suku bunga.(arl)* PT Rifan.

Sumber: NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.