
PT Rifan – Emas Tertahan! Keputusan The Fed Jadi Penentu
Harga emas bertahan melemah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu (29/07). Emas spot turun 0,2% menjadi US$4.020,90 per troy ounce setelah merosot 1,1% pada sesi sebelumnya.
Tekanan terhadap emas muncul karena pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Pelaku pasar melihat peluang sekitar satu banding tiga untuk kenaikan sebesar 25 basis poin.
The Fed menghadapi pilihan sulit antara inflasi Juni yang lebih rendah dari perkiraan dan kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran. Harga minyak kembali naik setelah militer AS mengaku menggagalkan serangan Iran terhadap pangkalan di kawasan Teluk Persia.
Sinyal kebijakan yang lebih ketat dapat menambah tekanan terhadap emas. Suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas telah turun hampir 25% sejak perang AS-Iran dimulai lebih dari lima bulan lalu. Meski demikian, emas masih bertahan dekat level US$4.000 sejak akhir Juni karena aksi beli saat harga turun.
Perak bergerak stabil di US$57,16 per troy ounce setelah turun lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Arah emas berikutnya akan sangat bergantung pada keputusan The Fed dan komentar mengenai risiko inflasi serta prospek suku bunga. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Pasar Waspada, Emas Kehilangan Tenaga
Harga emas turun pada perdagangan Selasa (28/7) menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot melemah 1,1% menjadi US$4.032,42 per troy ounce, sementara kontrak berjangka Agustus turun ke US$4.032,40.
Tekanan terhadap emas berasal dari dolar AS yang bertahan dekat level tertinggi dalam satu bulan. Dolar yang masih bertahan kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Harga emas telah turun sekitar 24% sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Pasar khawatir perang dapat mendorong inflasi dan membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Investor kini menantikan keputusan The Fed dan komentar Ketua Kevin Warsh pada Rabu. Pasar memperkirakan peluang sebesar 69% bahwa suku bunga akan dipertahankan, sedangkan kemungkinan kenaikan pada September mencapai 77%.
Data inflasi PCE AS yang dirilis Kamis juga akan menjadi perhatian pasar. Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar US$300 menjadi US$4.500 per troy ounce karena ekspektasi suku bunga tinggi masih menahan permintaan ETF emas.
Logam mulia lainnya ikut melemah, dengan perak turun 2,2% ke US$57,10, platinum melemah 1,4% menjadi US$1.599,26, dan paladium jatuh 2,4% ke US$1.260,13. Emas berpotensi tetap tertekan apabila The Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut. (arl) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
