
PT Rifan Financindo – Gold Stabil di Atas $4500, Profit Taking dan Risiko Inflasi Batasi Kenaikan
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (20/8) setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam. Spot gold diperdagangkan di sekitar US$4.516,19 per troy ons, turun tipis 0,1%, setelah sebelumnya sempat jatuh ke US$4.450,08. Emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 2 Juni sebelum mengalami aksi ambil untung.
Pada sesi sebelumnya, gold melonjak lebih dari 4% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan buyback obligasi jangka panjang. Kebijakan tersebut mendorong harga Treasury naik, menekan yield, dan melemahkan dolar AS. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik sekitar 0,6% ke US$4.571,40.
Tekanan pada emas hari ini terutama berasal dari profit taking setelah reli besar sehari sebelumnya. Selain itu, FOMC Minutes yang relatif hawkish serta kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi. Risiko tersebut dapat membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan ketat lebih lama atau bahkan kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Namun, tekanan jual mulai mereda setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah dapat memperbesar buyback Treasury menjadi lebih dari US$4 miliar per penerbitan. Prospek yield riil jangka panjang yang lebih rendah kembali memberikan dukungan terhadap emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset tanpa bunga.
Pasar saat ini memperkirakan sekitar 67,4% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September. Di sisi lain, reli minyak ke level tertinggi lebih dari tiga pekan akibat kebuntuan konflik Iran tetap menjaga risiko inflasi di level tinggi. Morgan Stanley juga mempertahankan pandangan bullish jangka panjang dan melihat peluang gold menembus US$5.000 per ons pada 2027, bahkan berpotensi lebih cepat, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Analisis Newsmaker: Gold saat ini masih menunjukkan bias bullish tetapi volatil. Rebound dari area US$4.450 menuju US$4.516 menunjukkan buyer masih aktif mempertahankan penurunan. Selama harga mampu bertahan di atas US$4.500, peluang kembali menguji area US$4.540–US$4.570 masih terbuka. Namun, kenaikan harga minyak dan nada Fed yang hawkish dapat memicu koreksi kembali jika yield Treasury berbalik naik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Debasement Trade Bangkit, Gold Jadi Buruan
Harga emas kembali rebound pada perdagangan Kamis (20/8) dan bergerak di sekitar US$4.530 per troy ons, mempertahankan reli tajam dari sesi sebelumnya sekaligus berada di level tertinggi sejak Juni. Penguatan gold masih ditopang oleh pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury setelah pemerintah AS meningkatkan intervensi di pasar obligasi.
Departemen Keuangan AS setidaknya menggandakan program buyback surat utang pemerintah untuk kuartal keuangan berikutnya. Langkah tersebut menjadi upaya terbaru Washington untuk meredam lonjakan yield pada obligasi jangka panjang setelah biaya pinjaman AS meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terhadap yield sebelumnya juga mendorong Menteri Keuangan Scott Bessent meminta peningkatan kapasitas fasilitas FIMA milik Federal Reserve. Jika biaya pinjaman jangka panjang dapat ditekan, daya tarik obligasi terhadap emas ikut berkurang karena gold tidak memberikan bunga atau kupon kepada pemegangnya.
Kebijakan Treasury tersebut juga kembali menghidupkan narasi debasement trade, yakni ketika investor mencari aset seperti emas sebagai perlindungan terhadap risiko penurunan daya beli dolar. Kekhawatiran muncul karena pemerintah AS diperkirakan masih menghadapi kebutuhan belanja dan pembiayaan defisit yang besar, sementara pada saat yang sama berupaya menahan biaya pinjaman.
Kombinasi defisit fiskal yang tinggi, peningkatan utang pemerintah, pelemahan dolar, dan upaya menekan yield membuat emas semakin dilihat sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko penurunan nilai mata uang. Kondisi tersebut membantu gold mempertahankan momentum meskipun harga telah mencatat kenaikan tajam dalam beberapa sesi terakhir.
Analisis Newsmaker: momentum gold masih cenderung bullish selama yield Treasury tetap turun dan dolar AS berada dalam tekanan. Bertahannya harga di sekitar US$4.530 menunjukkan buyer masih cukup kuat setelah breakout sebelumnya. Namun, setelah reli besar, risiko profit taking tetap perlu diwaspadai. Jika sentimen debasement trade terus menguat dan yield tidak kembali melonjak, gold berpeluang mempertahankan tren naik menuju level yang lebih tinggi. (arl) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
