Berita Emas 31 Agustus 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Warsh Hawkish, Emas Anjlok 3%

Harga emas anjlok tajam pada perdagangan Jumat (28/8) setelah pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole dinilai hawkish. Spot gold merosot 3,2% ke US$4.456,20 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka turun 3,4% ke US$4.506,66. Secara mingguan, spot gold juga mencatat pelemahan sekitar 3,2%.

Tekanan muncul setelah Warsh menegaskan bahwa tren inflasi dasar Amerika Serikat belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Menurutnya, pasar tenaga kerja masih konsisten dengan kondisi full employment, sementara persoalan yang lebih mengkhawatirkan justru berada pada sisi stabilitas harga. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum selesai melawan inflasi.

Pasar langsung meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan 25 basis poin melonjak menjadi lebih dari 57%, dibanding sekitar 35% sehari sebelumnya. Pergeseran ekspektasi tersebut memberikan dorongan kuat terhadap dolar AS sekaligus menjadi tekanan besar bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Yield Treasury turut melonjak setelah pidato Warsh. Yield 10 tahun naik sekitar 5,3 basis poin ke 4,725%, sementara yield dua tahun yang lebih sensitif terhadap kebijakan Fed melonjak sekitar 12 basis poin ke 4,352%. Kenaikan yield membuat opportunity cost memegang emas meningkat dan mempercepat aksi jual bullion.

Koreksi ini terjadi setelah emas sebelumnya mendapat dorongan besar dari narasi debasement trade, dipicu kekhawatiran terhadap utang AS yang telah menembus US$40 triliun dan gejolak pasar Treasury. Namun, penguatan dolar hampir 1% sepanjang pekan dan kembalinya ekspektasi kenaikan suku bunga membuat investor mulai mengambil keuntungan dari reli besar sebelumnya.

Analisis Newsmaker: pidato Warsh menjadi perubahan penting bagi sentimen gold karena fokus pasar kembali bergeser dari risiko fiskal menuju inflasi dan potensi rate hike. Setelah area US$4.500 ditembus, tekanan jangka pendek masih cenderung bearish. Selama dolar dan yield bertahan kuat, emas berisiko menguji area US$4.400–US$4.420. Sebaliknya, pemulihan di atas US$4.500–US$4.550 dibutuhkan untuk meredakan tekanan jual dan menghidupkan kembali momentum bullish. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Nada Hawkish Warsh Buat Gold Jatuh

Harga emas melemah tajam pada perdagangan Jumat (28/8) dan turun menuju US$4.560 per troy ons, level terendah dalam sekitar satu pekan. Tekanan muncul setelah pasar menilai pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole bernada lebih hawkish dari perkiraan.

Warsh menegaskan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang cukup berarti dan The Fed masih membutuhkan bukti lebih kuat bahwa tekanan harga benar-benar turun. Ia memperingatkan bahwa jika proses tersebut tidak terlihat, bank sentral masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan” untuk mengembalikan stabilitas harga.

Ketua The Fed juga kembali menegaskan bahwa target inflasi 2% tetap “kuat dan tetap”. Warsh menilai kondisi finansial saat ini belum cukup restriktif, sebuah pernyataan yang memperkuat pandangan bahwa ruang untuk pengetatan kebijakan masih terbuka apabila inflasi tetap tinggi.

Pidato tersebut memberikan kejelasan lebih besar terhadap arah kebijakan Warsh setelah sebelumnya pasar merugikan komunikasi The Fed yang relatif terbatas. Investor langsung menyesuaikan ekspektasi dan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga September mendekati 50% berdasarkan CME FedWatch.

Naiknya peluang kenaikan suku bunga menjadi tekanan utama bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong imbal hasil dan dolar, sekaligus meningkatkan opportunity cost memegang emas batangan yang tidak memberikan bunga. Kondisi tersebut memicu aksi jual setelah emas sebelumnya sempat menikmati reli kuat dari pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil Treasury.

Analisis Newsmaker: nada Warsh mengubah sentimen emas menjadi bearish jangka pendek. Area US$4.550–US$4.560 kini menjadi dukungan penting; jika tembus, koreksi berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah. Sebaliknya, emas membutuhkan pelemahan dolar atau penurunan kembali imbal hasil untuk memulihkan momentum. Selama pasar masih menaikkan suku bunga taruhan di bulan September, rebound emas berpotensi tetap terbatas.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.