Berita Emas 15 Oktober 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas dunia masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (15/10), bergerak di sekitar US$4.138 per troy ounce setelah anjlok 1,3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan tajam, meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) perlu kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan harga.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) September naik 0,6% secara bulanan, kenaikan tercepat sejak April, terutama akibat tingginya biaya energi. Tekanan inflasi yang dipicu gangguan pasokan energi akibat konflik AS-Iran turut membebani emas, yang telah kehilangan lebih dari 20% nilainya di tengah kebijakan suku bunga tinggi.

Setelah rilis inflasi, pelaku pasar meningkatkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober menjadi sekitar 30%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun, sementara dolar menguat ke posisi tertinggi dalam lebih dari setahun. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai data inflasi terbaru mengecewakan dan memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) juga berpotensi meningkatkan tekanan ekonomi. Menurutnya, masih terlalu dini untuk memastikan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup tinggi untuk mengembalikan inflasi menuju target The Fed sebesar 2%.

Investor kini menantikan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok, sebelum masa pembatasan komunikasi menjelang rapat kebijakan 27–28 Oktober. Pada pukul 07.32 waktu Singapura, emas spot tercatat relatif stabil di US$4.102,60 per troy ounce, sementara perak berada di US$55,53 setelah anjlok 6% pada sesi sebelumnya. Arah emas selanjutnya diperkirakan masih dipengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, dan imbal hasil obligasi.

Harga emas kembali melemah tajam pada perdagangan Rabu (14/10), memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Spot gold turun 1,8% ke US$4.083,94 per troy ounce, level terendah sejak 7 Oktober, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 1,7% ke US$4.107,90.

Tekanan terhadap emas meningkat setelah data CPI AS menunjukkan inflasi naik 0,6% pada September, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi yang masih berada di atas target.

Pasar langsung menyesuaikan ekspektasi kebijakan The Fed setelah rilis data tersebut. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober meningkat menjadi sekitar 42%, dari sekitar 22% sebelum data CPI dirilis. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 93%.

Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap emas. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Yield Treasury AS 10 tahun juga meningkat, semakin mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap emas. Harga minyak naik setelah serangan terhadap kantor pusat perusahaan minyak Arab Saudi serta meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Namun, kenaikan risiko inflasi akibat energi justru dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Analisis Newsmaker: Koreksi emas saat ini lebih banyak didorong oleh perubahan ekspektasi suku bunga setelah CPI AS yang panas. Selama dolar dan yield Treasury tetap menguat, tekanan terhadap Gold masih berpotensi berlanjut. Namun, penurunan tajam juga membuka peluang rebound apabila pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga atau risiko geopolitik kembali meningkatkan permintaan safe haven. Area US$4.000 menjadi level psikologis penting untuk diperhatikan setelah Gold turun di bawah US$4.100. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.