
PT Rifan – Nada Kurang Dovish Fed, Emas Konsolidasi
Emas bertahan stabil di sesi awal Asia hari Kamis (18/9), setelah merosot dari rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya menyusul pengumuman pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang sangat dinantikan.
Bank sentral AS pada hari Rabu menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase dan memproyeksikan dua pemangkasan lagi tahun ini. Emas sempat melonjak ke rekor tertinggi baru di $3.707,57 per ons setelah pengumuman tersebut, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas batangan, aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, logam mulia tersebut menutup sesi dengan penurunan 0,8%, karena para pedagang menilai nada The Fed dalam keputusan kebijakan moneter di masa mendatang kurang dovish dari yang diperkirakan.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan kekhawatirannya tentang tekanan inflasi yang didorong oleh tarif, dengan mengatakan bahwa bank sentral berada dalam “situasi dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya” terkait dengan pergerakan suku bunga tambahan. Hal itu mendorong Treasury melemah di seluruh kurva sementara indeks dolar menguat, yang berdampak pada emas batangan.
Emas telah naik hampir 40% tahun ini, melampaui aset-aset utama seperti Indeks S&P 500 dan melampaui rekor yang disesuaikan dengan inflasi yang dicapai pada tahun 1980. Volatilitas perdagangan dan geopolitik yang mendorong permintaan safe haven, bersama dengan pembelian bank sentral dan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa, semuanya telah mendukung reli tersebut.
Keputusan suku bunga juga datang pada saat yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Fed. Gubernur Lisa Cook berada di tengah pertempuran hukum dengan Presiden Donald Trump, yang berusaha menggulingkannya atas tuduhan penipuan hipotek. Stephen Miran, penasihat ekonomi pemerintah, dipercepat masuk ke bank sentral untuk mengisi lowongan sementara dan merupakan satu-satunya gubernur yang memberikan suara menentang keputusan suku bunga hari Rabu, lebih memilih pemotongan setengah poin.
Intervensi politik dalam independensi bank sentral dapat membantu mendorong emas lebih tinggi. Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa emas dapat reli mendekati $5.000 per ons jika hanya 1% dari obligasi pemerintah yang dimiliki swasta beralih ke emas. Yang terbaru adalah Deutsche Bank AG, yang pada hari Rabu menaikkan proyeksinya menjadi $4.000 per ons tahun depan.
Emas sedikit berubah pada $3.661,99 per ons pada pukul 08.50 pagi waktu Singapura. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%. Perak, paladium, dan platinum semuanya menguat. (Arl)
Sumber: Bloomberg.com
Emas Sentuh Rekor Tertinggi Pasca Fed Pangkas Suku bunga
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada Rabu (17/9) pasca Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberi sinyal jalur pelonggaran sepanjang sisa tahun ini.
Harga smas spot turun tipis 0,2% ke $3.681,39 per troy ounce pada pukul 14:31 EDT (18:31 GMT), setelah sebelumnya menyentuh rekor $3.707,40 di sesi yang sama.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup 0,2% lebih rendah di $3.717,8. Dolar AS memperpanjang pelemahannya, sehingga emas berdenominasi greenback menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Sementara kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures “Emas yang kembali menembus rekor sepanjang masa masih merupakan hasil dari ekspektasi lingkungan suku bunga yang lebih rendah ke depan, dan itu dimulai dengan pemangkasan 25 basis poin hari ini,”. Ini menandai pemangkasan suku bunga pertama The Fed tahun ini, setelah jeda sejak Desember menyusul tiga kali penurunan suku bunga pada 2024.
Pemangkasan tersebut, diikuti proyeksi yang menunjukkan dua penurunan tambahan masing-masing 25 bps pada pertemuan kebijakan tersisa tahun ini, ini menunjukkan para pejabat The Fed mulai mengecilkan risiko bahwa kebijakan perdagangan pemerintahan Trump akan memicu inflasi yang persisten, dan kini lebih khawatir akan pelemahan pertumbuhan serta kemungkinan meningkatnya Tingkat pengangguran.
Analis menyebut reli rekor emas tahun ini ditopang oleh sejumlah pembelian bank sentral yang berkelanjutan, diversifikasi dari dolar AS, permintaan aset aman yang tangguh di tengah friksi geopolitik dan perdagangan, serta kelemahan dolar secara luas. Bullion, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian, telah melonjak lebih dari 40% sejak awal tahun.
Ke depannya analis memperkirakan emas diperdagangkan dalam kisaran $3.600–$3.900 dalam jangka dekat hingga menengah, dan melihat potensi menguji $4.000 tahun depan jika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik berlanjut.
Untuk perak (spot silver) turun 1,5% ke $41,9 per ounce, platinum turun 1,1% ke $1.374,99, dan palladium turun 0,9% ke $1.165,48.(yds) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
