
PT Rifan Financindo – Emas Tetap Jadi Primadona di Tengah Ekpektasi Cut Rate
Harga emas bertahan mendekati level tertinggi lebih dari satu minggu pada hari Rabu (26/11), setelah ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga bulan depan membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil tetap menjadi aset favorit.
Emas spot naik 0,8% menjadi $4.162,99 per ons pada pukul 13:55 ET (18:55 GMT), setelah mencapai level tertinggi sejak 14 November di awal sesi. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,6% lebih tinggi di $4.202,3 per ons.
“Fokus telah bergeser dari dolar ke arah penurunan suku bunga pada bulan Desember,” kata analis Marex, Edward Meir, mencatat kenaikan emas meskipun indeks dolar stabil.
Spekulasi pemangkasan suku bunga “sedikit membantu emas, begitu pula pembicaraan bahwa mereka mungkin akan segera mencalonkan ketua The Fed dan kandidat terdepan adalah Kevin Hassett dari Komite Penasihat Ekonomi presiden.” Hassett, seperti Presiden AS Donald Trump, telah mengatakan bahwa suku bunga seharusnya lebih rendah daripada saat Ketua Fed Jerome Powell menjabat.
Emas, aset non-imbal hasil yang tumbuh pesat di lingkungan suku bunga rendah, menerima dorongan tambahan dari berita ini.
Para pedagang melihat peluang 85% penurunan suku bunga Fed bulan depan, dibandingkan dengan 30% seminggu yang lalu, menurut alat CME FedWatch.
Sementara itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, menunjukkan PHK yang masih rendah, meskipun pasar tenaga kerja sedang berjuang untuk menciptakan lapangan kerja yang cukup bagi mereka yang menganggur di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih ada.
Keyakinan konsumen AS juga melemah pada bulan November karena rumah tangga semakin khawatir tentang pekerjaan dan prospek keuangan mereka. Rilis data tersebut menyusul serangkaian komentar dovish baru-baru ini dari para pembuat kebijakan Fed.
Prospek emas tetap positif, dengan sebagian besar bank riset memperkirakan harga emas akan berada di atas $4.000 per ons pada tahun 2026. Deutsche Bank telah menaikkan proyeksi harga emas untuk tahun 2026 menjadi $4.450 per ons dari $4.000, dengan alasan arus investor yang stabil dan permintaan bank sentral yang terus berlanjut.
Harga perak spot naik 3,3% menjadi $53,12 per ons, platinum naik 1,2% menjadi $1.571,80, sementara paladium naik 1% menjadi $1.411,50. (Arl)
Sumber: Reuters.com
Emas Naik, Apaakah Fed Siap Pangkas?
Harga emas bergerak dekat level tertinggi lebih dari sepekan pada Rabu (26/11), didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
Harga spot gold naik sekitar 0,3% ke US$4.144,06 per troy ons pada pukul 21.25 WIB, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November. Kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember bergerak datar di kisaran US$4.140,30 per troy ons.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan fokus pasar kini bergeser dari pergerakan dolar ke peluang penurunan suku bunga pada Desember. Menariknya, emas tetap menguat meski indeks dolar justru naik tipis 0,2%. Menurutnya, spekulasi bahwa Kevin Hassett — penasihat ekonomi Gedung Putih — menjadi calon kuat Ketua The Fed berikutnya juga ikut mendorong harga emas.
Hassett, seperti Presiden AS Donald Trump, menilai suku bunga seharusnya lebih rendah daripada level saat ini di bawah Jerome Powell. Bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, lingkungan suku bunga rendah adalah kabar baik. Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini melihat sekitar 83% peluang pemangkasan suku bunga bulan depan, melonjak dari hanya 30% sepekan lalu.
Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran AS turun pekan lalu, menandakan PHK masih rendah. Namun, pasar tenaga kerja dinilai kesulitan menciptakan cukup banyak lapangan kerja baru di tengah ketidakpastian ekonomi. Kepercayaan konsumen AS juga melemah di November karena rumah tangga makin cemas soal pekerjaan dan kondisi keuangan. Rangkaian data ini muncul setelah sederet komentar bernada dovish dari pejabat The Fed, sehingga menambah dukungan bagi emas
Prospek emas ke depan dinilai masih positif. Sejumlah bank riset memproyeksikan harga emas tetap bertahan di atas US$4.000 per ons pada 2026. Deutsche Bank bahkan menaikkan proyeksi harga emas 2026 menjadi US$4.450 per ons dari sebelumnya US$4.000, dengan alasan aliran dana investor yang mulai stabil dan permintaan bank sentral yang tetap kuat.
Di logam lainnya, perak spot naik 1,5% ke US$52,19 per ons, platinum menguat 0,6% ke sekitar US$1.562,96, dan palladium bertambah 0,7% ke sekitar US$1.407,50.(yds) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
