Berita Emas 12 Juni 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Gold Kembali ke $4200, Pasar Menunggu Bukti Deal Iran
Harga emas bertahan dekat US$4.220/oz setelah mencatat kenaikan harian terbesar sejak Maret. Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, sehingga pasar mulai menilai risiko perang dan gangguan energi dapat mereda.

Emas spot naik tipis 0,2% ke US$4.221,31/oz pada pukul 08.30 waktu Singapura, setelah sebelumnya melonjak 3,4%. Perak ikut menguat 0,5% ke US$67,63/oz, sementara platinum dan palladium juga naik. Dolar AS sedikit menguat 0,1%, tetapi belum cukup menekan pemulihan emas setelah pelemahan tajam dolar pada sesi sebelumnya.

Katalis utama datang dari perubahan nada Trump. Ia menyebut pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui kesepakatan damai, meski mengakui perjanjian itu belum final dan masih bersifat konseptual. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran. Sebelumnya, Trump juga membatalkan rencana serangan udara hari ketiga ke Iran setelah dua hari serangan AS dan respons Iran berupa pengumuman penutupan Selat Hormuz.

Secara fundamental, pasar emas masih berada di antara dua tekanan besar. Jika deal AS–Iran benar-benar tercapai dan Hormuz kembali dibuka, risiko inflasi energi bisa turun, dolar melemah, dan emas mendapat dukungan jangka pendek. Namun jika kesepakatan gagal, harga minyak dapat kembali naik, inflasi bertahan tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral bisa kembali menekan emas.

Meski rebound, emas masih sekitar seperlima di bawah level sebelum perang Iran dimulai pada akhir Februari. Penurunan sebelumnya hingga menembus moving average 200 hari memicu tekanan jual teknikal dan sempat membawa harga mendekati US$4.000/oz. Untuk saat ini, pasar akan memantau konfirmasi dari Iran, perkembangan Hormuz, arah harga minyak, dan apakah emas mampu bertahan di atas area US$4.200/oz.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Melonjak, Deal Iran Tekan Dolar AS
Harga emas menguat tajam pada Kamis (11/6) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan yang dapat membuka kembali arus kapal melalui Selat Hormuz. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.212/oz, naik lebih dari 3%, setelah sempat jatuh ke area US$4.023/oz pada sesi sebelumnya.

Katalis utama datang dari perubahan sentimen geopolitik. Trump menyebut kesepakatan dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, sementara laporan dari Fars menyebut peluang persetujuan teks kesepakatan meningkat setelah AS menerima usulan Iran. Jika Hormuz kembali dibuka, tekanan pada harga minyak dapat mereda dan risiko inflasi energi ikut turun.

Dolar AS melemah setelah pasar mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. DXY turun ke sekitar 99,66, memberi dorongan tambahan bagi emas karena logam ini menjadi lebih murah bagi pembeli non-dolar. Reuters juga melaporkan dolar dan minyak melemah setelah Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, sementara aset berisiko menguat.

Meski emas rebound, tekanan fundamental belum sepenuhnya hilang. Data PPI AS Mei naik 6,5% YoY, lebih tinggi dari 5,7% pada April dan sedikit di atas estimasi 6,4%. Namun core PPI bertahan di 4,9% YoY, lebih rendah dari konsensus 5,4%, sehingga pasar membaca tekanan inflasi inti tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Data tenaga kerja juga memberi sinyal pelemahan ringan. Initial jobless claims naik menjadi 229 ribu, di atas ekspektasi 219 ribu. Kombinasi PPI utama yang panas, core PPI yang lebih jinak, dan klaim pengangguran yang meningkat membuat pasar tetap menilai The Fed kemungkinan berhati-hati, meski ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang akhir 2026 belum hilang.

Untuk saat ini, pemulihan emas lebih banyak ditopang oleh pelemahan dolar dan meredanya risiko serangan AS ke Iran. Namun arah berikutnya masih bergantung pada konfirmasi kesepakatan, pembukaan Hormuz, data sentimen konsumen Michigan, dan sinyal The Fed. Selama harga bertahan di atas area US$4.200, pasar akan melihat apakah rebound ini hanya short-covering atau awal stabilisasi yang lebih luas.(Arl)* PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.