Berita Emas 13 Juli 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Melemah, Iran dan CPI AS Jadi Tekanan
Harga emas melemah pada perdagangan Senin (13/7) setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Ketegangan baru ini mendorong harga energi lebih tinggi dan kembali memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi bisa meningkat, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian pasar.

Emas sempat turun hingga 1,2% ke bawah US$4.070 per troy ounce, setelah sepanjang pekan lalu melemah 1,4%. Pada pukul 07.40 waktu Singapura, emas spot turun 1% ke level US$4.077,77 per troy ounce. Perak juga turun 1,7% ke US$58,83 per ounce, sementara platinum dan palladium ikut melemah.

Fokus pasar tertuju pada status Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global. Iran sempat menyatakan jalur tersebut akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut, namun Amerika Serikat membantah pernyataan itu. Militer AS menyatakan serangan dilakukan untuk memastikan kebebasan navigasi di kawasan tersebut tetap berjalan.

Bagi pasar emas, eskalasi konflik ini tidak langsung menjadi sentimen positif. Penyebabnya, kenaikan harga minyak dapat memperkuat tekanan inflasi dan membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Risalah rapat The Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan beberapa pejabat sempat melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meski akhirnya sepakat menahan kebijakan.

Selain konflik Timur Tengah, investor juga menanti data inflasi konsumen AS bulan Juni dan penampilan pertama Kevin Warsh di hadapan Kongres sebagai Ketua The Fed. Dua agenda ini dinilai penting karena dapat memberi arah baru terhadap ekspektasi suku bunga Juli. Jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan atau Warsh terdengar hawkish, tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas dan Perak Ditutup Melemah untuk Hari dan Pekan ini
Harga emas dan perak menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan, baik secara harian maupun mingguan. Pergerakan logam mulia cenderung lebih tenang pada awal kuartal ketiga setelah sempat mengalami volatilitas tinggi.

Analis World Gold Council menilai meredanya volatilitas tidak menutup kemungkinan harga emas kembali mengalami lonjakan pada paruh kedua tahun ini. Sejumlah katalis dinilai dapat kembali mendorong momentum penguatan emas.

Katalis tersebut antara lain memburuknya kondisi ekonomi global, munculnya kembali guncangan geopolitik, perubahan ekspektasi pasar menuju suku bunga yang lebih rendah, serta meningkatnya aksi beli saat harga mengalami koreksi.

World Gold Council memperkirakan kombinasi faktor-faktor tersebut berpeluang mengangkat harga emas kembali menuju level US$4.500 per troy ounce atau bahkan lebih tinggi.

Pada perdagangan terakhir, kontrak emas berjangka terdekat turun 0,6% dan ditutup pada level US$4.104,10 per troy ounce. Sepanjang pekan, harga emas tercatat melemah sekitar 0,2%.

Sementara itu, harga perak turun 0,9% menjadi US$59,809 per troy ounce. Secara mingguan, logam putih tersebut membukukan penurunan sebesar 1,4%.(mrv)* PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.