Berita Emas 16 Juli 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Berfluktuasi, Arah The Fed Jadi Penentu
Harga emas bergerak naik-turun pada perdagangan Rabu (15/7) karena pelaku pasar masih menimbang arah suku bunga The Fed setelah data inflasi produsen Amerika Serikat keluar lebih rendah dari perkiraan.

Emas sempat bergerak di antara zona positif dan negatif dengan rentang kurang dari 1%. Tekanan terhadap dolar AS dan yield Treasury mereda setelah data Producer Price Index atau PPI menunjukkan tekanan inflasi mulai melunak, terutama karena turunnya biaya energi pada bulan lalu.

Data PPI yang lebih jinak memberi ruang bagi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen ini diperkuat oleh data CPI AS sehari sebelumnya yang juga lebih rendah dari ekspektasi. Bagi emas, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Meski begitu, harga emas masih cenderung tertahan di sekitar area US$4.000 per troy ounce dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, emas sempat turun 14% pada kuartal II, menjadi kinerja terburuk sejak 2013, karena ekspektasi pengetatan The Fed mendorong penguatan dolar dan yield Treasury.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli kini turun menjadi sekitar 10%, jauh lebih rendah dibandingkan hampir 50% sehari sebelumnya. Namun, pasar tetap berhati-hati karena Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa misi melawan inflasi belum selesai.

Risiko terbesar masih datang dari Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari ketiga setelah militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran, sementara Trump berjanji akan meningkatkan serangan sampai Teheran berhenti menyerang kapal di Selat Hormuz. Dampaknya ke market, emas mendapat dukungan dari data inflasi yang jinak, tetapi kenaikannya masih bisa tertahan jika konflik energi kembali memicu risiko inflasi dan membuat The Fed tetap hawkish.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Perang Panaskan Inflasi, Emas Tertekan
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu (15/7) di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pasar mulai khawatir bahwa kenaikan harga energi dapat membuat The Fed tetap mempertahankan sikap ketat untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Emas sempat turun hingga 0,9% ke dekat US$4.020 per troy ounce, setelah sebelumnya naik 1,3% pada Selasa. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh data CPI AS yang menunjukkan harga konsumen turun pada Juni untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Namun, sentimen positif dari data inflasi mulai tertahan setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan terus menyerang Iran. Trump bahkan membuka peluang untuk menargetkan pembangkit listrik dan jembatan pekan depan jika Teheran tidak kembali ke meja negosiasi.

Ketegangan makin besar setelah Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dan jalur pelayaran lainnya akan ditutup sampai AS menghentikan serangannya. Gangguan pada jalur energi penting Timur Tengah ini mendorong harga minyak dan gas alam naik untuk hari ketiga berturut-turut.

Di sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Kevin Warsh juga memberi sinyal bahwa data inflasi yang lebih rendah belum berarti misi melawan inflasi sudah selesai. Pernyataan ini membuat pasar kembali menimbang kemungkinan bahwa The Fed masih bisa menaikkan suku bunga jika tekanan harga kembali meningkat.

Dampaknya ke market, emas masih berada di posisi sensitif. Data CPI yang adem memang menurunkan peluang kenaikan suku bunga Juli menjadi di bawah 20%, tetapi lonjakan harga energi akibat konflik AS-Iran bisa menghidupkan kembali risiko inflasi. Jika dolar dan yield kembali menguat, emas berpotensi tetap tertekan meskipun ketidakpastian geopolitik masih memberi dukungan sebagai aset aman. (arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.