Berita Emas 20 Juli 2026

Rifan Financindo

Rifan FinancindoEmas Turun di Bawah US$4.000, Konflik AS-Iran Jadi Tekanan
Harga emas kembali turun ke bawah level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Senin (20/07). Pelemahan ini membawa emas bergerak mendekati level terendah sembilan bulan, seiring meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Tekanan terhadap emas datang dari peluncuran harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Pasar menilai kenaikan harga energi dapat membuat bank sentral, termasuk The Fed, mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan kembali suku bunga.

Militer Amerika Serikat menyatakan telah melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada hari Minggu, setelah tiga anggota militernya tewas. Di sisi lain, Teheran menyatakan gencatan senjata dengan AS secara efektif telah runtuh.

Iran juga menyebut telah mencegat empat kapal yang melintasi Selat Hormuz sepanjang akhir pekan. Kondisi ini membuat pasar semakin khawatir terhadap gangguan jalur energi penting dunia dan mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

Harga minyak kini telah melonjak 30% dari level terendah Juli. Pada saat yang sama, Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, ikut memperingatkan risiko inflasi yang masih bertahan. Pasar kini meramalkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September sekitar 53%, naik dari 47% sehari sebelumnya.

Dari sisi dampak pasar, emas masih tertekan karena harga minyak tinggi, inflasi kembali mengkhawatirkan, dan ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat. Jika dolar AS dan imbal hasil Treasury ikut menguat, XAU/USD berpotensi semakin sulit kembali stabil di atas US$4.000. Namun, geopolitik tetap bisa menahan pelemahan emas agar tidak terlalu dalam karena sebagian investor masih mencari aset aman. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Menguat Tipis, Tapi Menuju Penurunan Mingguan
Harga emas bergerak menguat pada perdagangan Jumat (17/7), tetapi masih berada di jalur pelemahan mingguan terbesar dalam enam pekan. Tekanan utama datang dari meningkatnya konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Spot gold naik 1,1% ke level US$4.015,09 per troy ounce setelah sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,7% dan menetap di US$4.018,80 per troy ounce.

Meski naik harian, emas masih melemah sekitar 3% sepanjang pekan ini. Pelemahan tersebut menjadi yang terbesar sejak 1 Juni, karena kekhawatiran inflasi akibat konflik Timur Tengah lebih dominan dibanding dukungan dari data inflasi AS Juni yang lebih rendah.

Kenaikan harga minyak sekitar 12% dalam sepekan turut menambah tekanan bagi emas. Lonjakan minyak berisiko mendorong inflasi kembali naik, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga.

Sejumlah pejabat The Fed juga memberi sinyal hawkish. Presiden Fed Dallas Lorie Logan secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga, sementara Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson membuka peluang langkah serupa jika inflasi tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat.

Dampaknya ke market, emas masih berada dalam tekanan meski sempat mendapat aksi beli saat turun di bawah US$4.000. Selama harga minyak tetap tinggi, inflasi menjadi ancaman, dan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka, pergerakan emas berpotensi tetap terbatas dalam jangka pendek.(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.