Berita Emas 18 September 2026

Rifan Financindo – Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (18/9), melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam enam pekan. Harga emas spot (XAU/USD) terbaru diperdagangkan di sekitar US$4.343 per troy ounce pada sesi Asia, didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak yang mulai meredakan tekanan inflasi global.

Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu pemulihan emas. Harga energi melemah setelah muncul tanda-tanda bahwa gangguan pasokan di Timur Tengah dapat berkurang, menyusul upaya Arab Saudi untuk memulihkan sebagian aliran minyak melalui jalur pipa strategis. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi akibat kenaikan energi.

Selain itu, perkembangan geopolitik Timur Tengah masih menjadi perhatian investor. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk membahas perkembangan konflik Iran. Harapan terhadap solusi perjanjian membantu meredakan ketegangan pasar, meskipun risiko geopolitik masih tetap menjadi faktor pendukung permintaan emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, kenaikan emas masih menghambat tantangan kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan pada tahun ini. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan Oktober juga meningkat, sehingga dapat membatasi ruang penguatan emas.

Setelah keputusan The Fed, emas sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan menghasilkan Treasury. Namun, ketika dolar mulai melemah dan imbal hasil bergerak turun dari level tertingginya, tekanan terhadap emas berkurang. Kondisi ini membuat investor kembali mempertimbangkan emas sebagai aset lindung nilai di tengah wilayah ekonomi dan geopolitik.

Analisis Newsmaker: Kenaikan emas hari ini menunjukkan bahwa pasar mulai menyeimbangkan kembali dampak kebijakan hawkish The Fed dengan faktor pendukung lainnya seperti pelemahan dolar, penurunan imbal hasil, dan risiko geopolitik. Dalam jangka pendek, emas masih akan sensitif terhadap arah suku bunga AS dan pergerakan dolar. Jika The Fed tetap mempertahankan sikap agresifnya, ruang kenaikan emas dapat terbatas. Namun, ketika data ekonomi AS mulai melemah dan tekanan terhadap dolar menurun, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. (asd)

Harga emas melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (17/9), bangkit setelah menyentuh level terendah hampir enam pekan pada sesi sebelumnya. Emas spot menguat 2,3% menjadi US$4.360,36 per troy ounce pada pukul 13.45 waktu New York atau Jumat (18/9) pukul 00.45 WIB. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Desember ditutup naik 0,3% menjadi US$4.399,70 per troy ounce.

Penguatan emas ditopang pelemahan dolar AS dari puncak tujuh pekan serta penurunan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Harga minyak juga turun untuk hari kedua hingga menyentuh level terendah sepekan seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan. David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, menilai penurunan harga energi membantu mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya membebani emas melalui ekspektasi pengetatan moneter.

Meski demikian, prospek suku bunga AS masih menjadi tantangan bagi logam mulia. Federal Reserve menaikkan bunga pada Rabu dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lanjutan untuk mengendalikan inflasi. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan bunga pada pertemuan Oktober mencapai 51%, meningkat dari hampir 44% sehari sebelumnya. Suku bunga tinggi dapat membatasi daya tarik emas karena meningkatkan keuntungan relatif dari aset berbunga.

Untuk jangka lebih panjang, UBS menilai membesarnya defisit fiskal, meningkatnya beban utang, dan potensi pelemahan dolar dapat menopang emas. Bank tersebut juga memperkirakan The Fed kembali melonggarkan kebijakan tahun depan, meskipun proyeksi itu masih menghadapi ketidakpastian. Perhatian pasar turut tertuju pada Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan bunga pada Jumat, setelah Bank of England mempertahankan suku bunganya pada Kamis.

Penguatan turut meluas ke logam mulia lainnya. Perak spot melonjak 4,2% menjadi US$65,60 per troy ounce, mencatat kenaikan persentase terbesar di antara logam yang dilaporkan. Platinum menguat 1,8% ke US$1.783,69, sementara paladium naik 1,6% menjadi US$1.289,45 per troy ounce.

Menurut analisis Newsmaker, rebound emas menunjukkan bahwa pelemahan dolar dan penurunan yield untuk sementara mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan bunga The Fed. Turunnya minyak turut membantu karena meredakan kekhawatiran inflasi energi, tetapi kenaikan probabilitas pengetatan Oktober menunjukkan risiko belum hilang. Penguatan emas berpeluang berlanjut apabila dolar dan yield terus melemah. Sebaliknya, lonjakan minyak yang kembali memperkuat ekspektasi kenaikan bunga dapat membatasi reli dan memicu koreksi. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.