Berita Emas 2 Oktober 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Harga emas (XAU/USD) bertahan di sekitar US$4.180 per troy ounce, mempertahankan kenaikan sekitar 0,5% dari sesi sebelumnya. Penguatan terbatas tersebut didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury AS dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Meski demikian, emas masih berada di jalur penurunan sekitar 2% sepanjang pekan.

Yield Treasury AS melandai pada Kamis, dengan yield tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam 24 tahun. Kondisi ini memberikan sedikit ruang bagi emas karena biaya peluang memegang aset tanpa bunga menjadi lebih rendah. Sebelumnya, kenaikan yield menjadi salah satu faktor yang mendorong emas terkoreksi sekitar 6% sepanjang September.

Sentimen terhadap emas juga mendapat dukungan dari pernyataan Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson, yang menyebut bank sentral membutuhkan waktu tambahan untuk menilai apakah kenaikan suku bunga berikutnya diperlukan. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober kini turun menjadi sekitar 27%, dibandingkan 70% pada awal pekan.

Namun, risiko inflasi energi masih menjadi hambatan. Harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sementara laporan mengenai kemungkinan penambahan kapal induk dan sekitar 10.000 personel AS ke kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Di sisi lain, dolar AS masih relatif kuat dan menjadi faktor yang membatasi penguatan emas. Kombinasi yield yang mulai turun, ekspektasi suku bunga yang melunak, tetapi dolar dan risiko inflasi energi tetap tinggi membuat pergerakan XAU/USD masih berada dalam tarik-menarik fundamental yang kuat.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga. Perkembangan konflik Timur Tengah juga tetap penting karena perubahan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, yield Treasury, dan pada akhirnya menentukan ruang pergerakan harga emas.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Harga emas (XAU/USD) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) setelah penurunan yield obligasi AS membantu meredakan tekanan terhadap logam mulia. Spot gold naik sekitar 0,5% ke US$4.178,10 per troy ounce, setelah sepanjang September mengalami koreksi sekitar 6% akibat lonjakan imbal hasil obligasi.

Yield Treasury AS bergerak turun di sepanjang kurva, termasuk tenor 10 tahun yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002. Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Prancis turut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dan membantu menurunkan tekanan dari pasar obligasi terhadap emas.

Sentimen emas juga mendapat dukungan dari komentar Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson. Ia menilai The Fed mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menentukan apakah kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan kembali pada Oktober.

Namun, risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga minyak kembali menembus US$100 per barel, meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat menjaga tekanan harga tetap bertahan dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Ketidakpastian geopolitik AS–Iran juga masih memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven. Kekhawatiran terhadap potensi meningkatnya aktivitas militer di kawasan Teluk membuat investor tetap berhati-hati, meskipun penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas.

Analisis Newsmaker:

Emas mendapat ruang untuk pulih setelah yield Treasury terkoreksi dan komentar pejabat The Fed mengurangi kekhawatiran kenaikan bunga dalam waktu dekat. Namun, harga minyak tinggi dan dolar yang masih kuat membuat pergerakan emas tetap rentan. Fokus utama pasar kini tertuju pada Non-Farm Payrolls AS Jumat, yang dapat menentukan arah ekspektasi suku bunga dan momentum XAU/USD berikutnya. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.