Berita Emas 28 Oktober 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Rabu(28/10), seiring masuknya aksi beli saat harga turun menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot bergerak di sekitar US$4.060,73 per troy ounce setelah mencatat kenaikan sekitar 1,1% pada sesi sebelumnya.

Pemulihan emas didukung oleh masuknya pembeli fisik dan investor yang memanfaatkan koreksi harga dalam beberapa hari terakhir. Aksi tersebut membantu menahan tekanan setelah emas sempat jatuh di bawah US$4.000 dan menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli.

Permintaan dari Tiongkok turut memberikan dukungan. Minat rumah tangga terhadap emas meningkat dalam dua bulan terakhir seiring harga yang lebih rendah dan berkurangnya daya tarik pasar saham domestik. Kondisi tersebut membantu memperkuat permintaan fisik ketika volatilitas pasar global masih tinggi.

Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, kondisi yang secara umum mendukung emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, sehingga arah kebijakan berikutnya tetap menjadi perhatian.

Selain The Fed, pergerakan emas juga dipengaruhi harga minyak yang relatif stabil, perkembangan pemilu Israel, serta membaiknya sentimen terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan. Jika The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish, emas berpeluang mempertahankan penguatan. Sebaliknya, nada hawkish dapat kembali mengangkat dolar AS dan menekan harga emas.

Harga emas spot naik sekitar 1% ke US$4.055,14 per troy ounce pada Selasa (27/10), setelah sempat menyentuh US$3.987,14. Penguatan terjadi ketika harga minyak melemah sehingga kekhawatiran inflasi sedikit mereda, sementara investor menunggu keputusan The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga AS.

Harga minyak turun lebih dari 1% karena pasar mencermati perkembangan pembicaraan damai di Timur Tengah. Namun, harga energi masih berada di level tinggi akibat konflik Houthi-Arab Saudi dan potensi serangan baru AS-Israel. Jika harga minyak kembali naik, tekanan inflasi dapat meningkat dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan ketat, yang menjadi risiko bagi emas.

Fokus utama pasar kini tertuju pada keputusan The Fed. Bank sentral AS diperkirakan tidak menaikkan suku bunga pada pekan ini, tetapi pasar masih memperkirakan peluang sekitar 83% untuk kenaikan pada Desember. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga menunggu data PCE AS pada Kamis, indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed dalam mencapai target 2%. Data tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kemungkinan arah kebijakan moneter menjelang akhir tahun.

Sementara itu, proyeksi harga emas 2026 kembali dipangkas untuk kuartal kedua berturut-turut akibat tingginya imbal hasil Treasury, dolar AS yang kuat, serta ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Meski demikian, analis masih memperkirakan peluang pemulihan emas pada 2027.

Di pasar logam lainnya, perak naik 0,5% ke US$54,20, platinum menguat 0,3% ke US$1.530,75, sedangkan palladium turun 2,1% ke US$1.027,67. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar logam mulia masih menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi, meski emas mendapatkan dukungan dari penurunan harga energi. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.