Berita Emas 5 Maret 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Stabil Saat Konflik AS-Iran Dorong Permintaan Safe Haven
Harga emas (XAU/USD) bertahan di zona positif di sekitar US$5.160 pada awal sesi Asia Kamis (5/3), menjaga kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Permintaan aset save haven menguat seiring konflik AS–Iran meluas di kawasan, sementara pasar menunggu rilis klaim pengangguran mingguan AS dan pidato pejabat Federal Reserve, Michelle Bowman, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga.

Dari sisi geopolitik, militer Israel menyatakan telah memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran. Di Washington, Partai Republik menolak resolusi yang bertujuan mewajibkan Presiden Donald Trump meminta persetujuan Kongres untuk aksi militer AS selanjutnya terhadap Iran. Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan AS mengatakan AS akan mulai “menyerang semakin dalam” ke wilayah Iran. Kombinasi sinyal eskalasi ini menjaga premi risiko dan menopang daya tarik emas dalam jangka pendek.

Namun, penopang emas dari sisi risiko bersaing dengan faktor makro AS yang cenderung menahan ruang kenaikan. Indeks ISM Services PMI naik ke 56,1 pada Februari dari 53,8, lebih kuat dari ekspektasi 53,5. Data aktivitas jasa yang solid berpotensi menguatkan pandangan bahwa bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga “lebih tinggi lebih lama,” yang biasanya mendukung dolar AS dan menekan komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.

Pasar saat ini secara umum masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga setidaknya hingga musim panas, meski Presiden Trump mendorong penurunan suku bunga. Dalam jangka dekat, pergerakan emas akan sensitif terhadap perkembangan konflik AS–Iran, reaksi dolar AS dan imbal hasil setelah rilis klaim pengangguran, serta nuansa komentar Bowman terkait arah kebijakan moneter.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Menguat saat Aksi “Buy on Dip” Masuk Meski Dolar Masih Kuat
Harga emas bergerak naik, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya, setelah aksi buy on dip masuk ke pasar yang masih dibayangi ketidakpastian pada hari kelima perang di Timur Tengah.

Amerika Serikat menyatakan akan memperdalam serangan ke Iran dan menyebut kapabilitas militer Iran “kian menguap”. Konflik juga makin melebar, dengan sekitar belasan negara terseret: Teheran menarget Israel dan negara-negara Teluk, sementara Israel dan AS membombardir target di Iran. AS juga dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional, dan Turki disebut turut berada dalam situasi serangan.

Di sisi lain, Iran membantah laporan bahwa pihaknya menghubungi AS untuk membahas negosiasi mengakhiri konflik, dan menyebut kabar itu sebagai “kebohongan murni”.

Emas sempat naik hingga 2,3% sebelum memangkas sebagian penguatan, terbantu oleh pelemahan dolar pada Rabu setelah dolar reli lebih dulu di awal pekan. Menurut Peter Kinsella, Global Head of FX Strategy di Union Bancaire Privee (UBP SA), penurunan tajam posisi bullish hedge fund dan manajer investasi “seharusnya membatasi kedalaman penurunan” emas. Data CFTC menunjukkan posisi net long investor di emas mendekati level terendah dalam hampir satu dekade.

Secara tahunan, emas masih mencatat kenaikan sekitar hampir 20% dan sempat mencetak rekor sepanjang masa di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Permintaan ditopang ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berkepanjangan, serta kekhawatiran atas independensi Federal Reserve.

Namun, lonjakan harga energi memunculkan risiko inflasi yang dapat menahan ruang kenaikan emas. Jika inflasi kembali naik, Fed dan bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama—atau bahkan mengetatkan lagi. Pasar kini mem-price-in sekitar 80% peluang pemangkasan suku bunga Fed lebih dari satu kali 25 bps tahun ini, setelah pekan lalu sempat mem-price-in dua kali pemangkasan penuh.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi suku bunga tinggi yang biasanya menyertai inflasi juga bisa menekan emas—seperti yang terjadi pada 2022. George Cheveley, portfolio manager di Ninety One, menyebut emas lebih tepat dilihat sebagai lindung nilai terhadap kondisi ekstrem: emas cenderung bekerja baik saat inflasi tinggi maupun deflasi, sedangkan kondisi ekonomi yang stabil justru kurang ideal bagi emas.

Pada perdagangan spot, emas naik 0,77% ke $5.128,25 per ons (pukul 15:12 di New York). Perak naik 1,4% ke $83,17 setelah anjlok lebih dari 8% pada sesi sebelumnya. Platinum dan palladium juga ikut menguat.(mrv) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.