Berita Emas 9 Januari 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Stabil Menanti Data Tenaga Kerja AS
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Jumat pagi, karena pelaku pasar menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberi petunjuk arah suku bunga tahun ini. Penguatan dolar AS membuat ruang kenaikan emas sedikit terbatas.

Emas batangan diperdagangkan nyaris tidak berubah di sekitar US$4.475 per troy ounce, setelah naik sekitar 3,4% sepanjang pekan hingga Kamis. Kenaikan mingguan itu menunjukkan minat beli masih kuat, meski pasar mulai lebih berhati-hati.

Tekanan ringan muncul setelah data klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir 3 Januari tercatat sedikit lebih rendah dari perkiraan. Angka yang lebih baik ini memberi sinyal pasar tenaga kerja masih cukup solid.

Di saat yang sama, indeks dolar Bloomberg sudah naik sekitar 0,5% sejak awal tahun. Dolar yang lebih kuat biasanya membuat emas terasa lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga permintaan bisa sedikit tertahan.

Fokus utama kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls Desember yang rilis Jumat. Pasar memperkirakan perekrutan meningkat, sementara tingkat pengangguran relatif stabil—kombinasi sinyal yang dinilai belum cukup untuk mendorong The Fed buru-buru melanjutkan pemangkasan suku bunga.

Untuk logam mulia lain, perak turun sekitar 0,5% setelah melemah dua sesi beruntun, namun masih berpeluang ditutup menguat secara mingguan. Platinum dan palladium juga bergerak melemah tipis mengikuti sentimen pasar.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Loyo Jelang NFP—Rebalancing & Dolar Jadi Beban
Harga emas melemah pada Kamis (8/1), kehilangan tenaga setelah reli tajam di awal pekan. Tekanan datang dari dua arah: potensi arus jual kontrak berjangka terkait annual rebalancing indeks komoditas, serta penguatan dolar AS yang membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar dan memicu aksi ambil untung.

Emas spot (XAU/USD) bergerak di sekitar $4.432/oz. Di saat yang sama, Indeks Dolar (DXY) bertahan di kisaran 98,7–98,8, menahan peluang rebound emas dalam jangka pendek.

Pasar juga cenderung “nahan napas” menunggu laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) yang rilis Jumat. Data ini jadi penentu penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed, yang ujungnya berpengaruh langsung ke dolar, yield, dan minat investor pada aset non-yielding seperti emas.

Jika NFP keluar lebih lemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menguat—dan itu bisa jadi angin segar bagi emas. Sebaliknya, jika data justru solid, dolar berpotensi makin kencang dan membuka ruang koreksi lanjutan.

Meski begitu, pelemahan emas masih relatif tertahan karena faktor geopolitik—termasuk dinamika AS–Venezuela—yang tetap menjaga demand safe haven. Pasar pun cenderung tidak agresif menjual sebelum ada konfirmasi yang jelas dari data Jumat. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.