Berita Emas 8 Januari 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas “Nunggu” Momen Besar Jumat Ini
Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebalancing) indeks komoditas tahunan.

Pada Kamis pagi, emas bertahan di sekitar US$4.460 per troy ounce. Pergerakan yang “kalem” ini wajar karena banyak pelaku pasar memilih menunggu arah baru sebelum mengambil posisi besar.

Fokus utama datang dari rebalancing indeks komoditas global. Sejumlah dana pasif (passive tracking funds) diperkirakan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia agar komposisi portofolionya sesuai bobot baru yang ditetapkan indeks.

Potensi penjualan kali ini diprediksi lebih besar dari biasanya, karena harga logam mulia sudah melonjak kuat sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi itu membuat bobot logam mulia di indeks membengkak, sehingga perlu “dikurangi” lewat aksi jual untuk kembali seimbang.

Di sisi lain, pasar juga menatap data ekonomi AS pada Jumat, terutama laporan ketenagakerjaan (jobs report) bulan Desember. Kalau datanya lebih lemah dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga bisa menguat—dan ini biasanya jadi angin segar untuk aset seperti emas yang tidak memberi imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, perak memantul setelah sehari sebelumnya jatuh tajam. Platinum ikut mencoba pulih, sementara palladium menguat. Pergerakan dolar juga ikut jadi perhatian karena bisa memengaruhi daya tarik logam mulia.

Inti Poin :

Emas stabil di area US$4.460/oz setelah sebelumnya turun hampir 1%.

Pasar menunggu rebalancing indeks komoditas dan data tenaga kerja AS.

Dana pasif diperkirakan menjual futures logam mulia untuk menyesuaikan bobot indeks.

Penjualan diprediksi lebih besar karena logam mulia naik tajam sepanjang tahun lalu.

Data jobs AS yang lebih lemah bisa dorong ekspektasi rate cut, biasanya mendukung emas.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Turun Lebih dari 1% Terkait Aksi Ambil Profit
Gold prices fell more than 1% on Wednesday as investors booked profits after a recent rally, though it pared some losses after weaker-than-expected U.S. jobs data bolstered bets of Federal Reserve rate cuts.

Spot gold dropped 0.9% to $4,445.32 per ounce, as of 1:36 p.m. ET (1836 GMT). Prices fell as much as 1.7% to $4,422.89 earlier in the session.

U.S. gold futures for February delivery settled 0.7% lower at $4,462.50.

“We’re viewing today’s pullback as general profit taking after that recent surge,” said David Meger, director of metals trading at High Ridge Futures.

But softer employment data continues to support the case for Fed easing, which has underpinned gold prices recently, Meger added.

U.S. job openings fell more than expected in November after rising marginally in October, while a separate ADP report showed that private payrolls increased less than expected in December.

Markets anticipate 61 basis points of rate cuts this year, according to data compiled by LSEG. Focus now turns to Friday’s nonfarm payrolls report.

Meanwhile, geopolitical uncertainty persisted following Venezuelan President Nicolas Maduro’s capture over the weekend, with U.S. President Donald Trump announcing plans on Tuesday to refine and sell Venezuelan crude, while the White House separately confirmed discussions about acquiring Greenland, including potential military involvement.

Elsewhere, China’s central bank extended its gold-buying streak to a 14th straight month in December, according to official data.

The data from China “continues to show strong demand that we’re seeing from Asia … and again, one more reason why we’ve seen this recent push to the upside,” Meger said.

Gold, a non-yielding safe-haven asset, tends to benefit in low-rate environments and during times of uncertainty.

Among other metals, spot silver lost 4.1% to $77.93 per ounce.

HSBC raised its 2026 silver price forecast to $68.25 but warned of volatility as supply eases, while Goldman Sachs sees thin London inventories driving sharp swings and squeeze-led rallies that may later reverse.

Spot platinum dropped 6.5% to $2,285.75, while palladium traded 5.2% lower at $1,727.40.

Source: Reuters.com

==============================================================================

Harga emas turun lebih dari 1% pada Rabu (7/1) karena investor melakukan aksi ambil untung pasca reli terbaru. Namun, penurunan sempat menyempit setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga.

Emas spot turun 0,9% menjadi $4.445,32 per ons pada pukul 1:36 siang waktu AS (18:36 GMT). Sebelumnya, harga sempat jatuh hingga 1,7% ke $4.422,89 pada awal sesi.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,7% lebih rendah di $4.462,50.

“Kami melihat penurunan hari ini sebagai aksi ambil untung setelah lonjakan harga belakangan ini,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Namun, Meger menambahkan bahwa data ketenagakerjaan yang lebih lunak tetap mendukung peluang pelonggaran kebijakan The Fed, yang belakangan menjadi penopang harga emas.

Lowongan kerja AS turun lebih besar dari perkiraan pada November setelah naik tipis pada Oktober. Sementara laporan terpisah dari ADP menunjukkan pertumbuhan payroll sektor swasta pada Desember juga lebih rendah dari ekspektasi.

Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga total sekitar 61 basis poin tahun ini, berdasarkan data yang dihimpun LSEG. Fokus kini beralih ke laporan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat.

Sementara itu, ketidakpastian geopolitik masih berlanjut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan. Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan rencana untuk memurnikan dan menjual minyak mentah Venezuela, sementara Gedung Putih secara terpisah mengonfirmasi adanya pembahasan terkait akuisisi Greenland, termasuk kemungkinan keterlibatan militer.

Di sisi lain, bank sentral China memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, menurut data resmi.

Data dari China itu “terus menunjukkan permintaan yang kuat yang kami lihat dari Asia… dan sekali lagi menjadi salah satu alasan mengapa kita melihat dorongan naik harga belakangan ini,” ujar Meger.

Emas, sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian meningkat.

Untuk logam lainnya, perak spot turun 4,1% menjadi $77,93 per ons. HSBC menaikkan proyeksi harga perak 2026 menjadi $68,25, namun memperingatkan volatilitas karena pasokan mulai longgar. Sementara Goldman Sachs menilai persediaan London yang tipis bisa memicu pergerakan tajam dan reli akibat “squeeze” yang kemudian berpotensi berbalik.

Platinum spot turun 6,5% menjadi $2.285,75, sedangkan palladium turun 5,2% ke $1.727,40.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.