Berita Emas 11 Maret 2026

PT Rifan

PT Rifan – Harga Emas Tertahan di US$5.200, Fokus Pasar Beralih ke CPI AS
Harga emas bergerak cenderung stabil di kisaran US$5.190 hingga mendekati US$5.200 per troy ounce pada perdagangan Asia Rabu. Pergerakan ini terjadi setelah pasar sempat bergejolak akibat konflik Timur Tengah, namun mulai mereda setelah muncul sinyal bahwa ketegangan antara AS dan Iran berpotensi tidak berlarut-larut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer AS di Iran akan segera berakhir, meski belum memberikan jadwal yang jelas. Pernyataan ini ikut menekan harga minyak dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, sehingga membantu emas bertahan. Meski begitu, pasar masih tetap waspada karena Iran memperingatkan bisa mengganggu ekspor minyak kawasan jika serangan AS dan Israel terus berlanjut. Di sisi lain, Trump juga menegaskan bahwa AS akan merespons keras jika aliran minyak melalui Selat Hormuz sampai terganggu.

Bagi pasar emas, situasi ini menciptakan tarik-menarik sentimen. Di satu sisi, meredanya harga minyak mengurangi tekanan inflasi, yang bisa membantu menjaga kestabilan pasar. Namun di sisi lain, jika konflik kembali memanas atau perang berlangsung lebih lama, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas berpotensi meningkat lagi.

Fokus utama pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS atau Consumer Price Index (CPI) untuk Februari yang akan dirilis Rabu. CPI utama diperkirakan naik 2,4% secara tahunan, sementara inflasi inti diperkirakan berada di 2,5%. Jika hasilnya lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS bisa menguat dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, jika inflasi lebih jinak, emas berpeluang mendapat ruang untuk menguat.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Stabil, Pasar Cerna Pernyataan soal Perang Timur Tengah
Harga emas bergerak terbatas ketika pelaku pasar mencerna pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat AS terkait perang di Timur Tengah, yang ikut memperbesar volatilitas di pasar energi. Bullion bertahan di sekitar US$5.200 per ons, setelah naik 1% pada sesi sebelumnya. Gedung Putih menyatakan AS belum mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, membantah unggahan Menteri Energi Chris Wright yang kemudian dihapus. Di saat yang sama, harga minyak memantul setelah jatuh tajam pada Selasa, sementara indeks dolar AS melemah sekitar 0,1%.

Memasuki hari ke-12, perang masih mengganggu produksi minyak mentah dan aktivitas pengilangan di kawasan Timur Tengah. Pentagon mengatakan AS dan Israel menjalankan hari serangan paling intens sejauh ini terhadap Iran dan tidak akan berhenti sampai Iran “dikalahkan,” menandai nada yang lebih agresif dibanding sinyal Presiden Donald Trump sebelumnya bahwa konflik bisa segera berakhir.

Bagi emas, kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve maupun bank sentral lainnya. Biaya pinjaman yang lebih tinggi umumnya menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas—yang telah naik sekitar seperlima tahun ini—juga menjadi sumber likuiditas bagi investor untuk memperkuat posisi portofolio di aset lain.

Pada pukul 06.19 waktu Singapura, spot gold naik tipis 0,1% ke US$5.197,28 per ons. Perak naik 0,7% ke US$88,90, sementara platinum dan palladium juga bergerak menguat.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.