
Rifan Financindo – Perundingan Dagang Bikin Emas Melesat Naik!
Harga emas sedikit menguat pada hari Rabu (9/7) karena investor mengamati dengan saksama negosiasi antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, sementara dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan lebih lanjut.
Harga emas spot naik 0,3% menjadi $3.310,26 per ons, pada pukul 14.07 ET (18.07 GMT) setelah mencapai level terendah sejak 30 Juni pada hari sebelumnya.
Harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi pada $3.321.
Di tengah volatilitas pasar, kekhawatiran fiskal, dan defisit AS yang melebar, investor semakin beralih ke emas, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Di sisi perdagangan, Uni Eropa mengatakan sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat pada akhir bulan, sementara Presiden Donald Trump berjanji akan memberikan pemberitahuan tarif lebih lanjut kepada negara-negara yang tidak disebutkan namanya.
Minggu lalu, Trump menandatangani paket besar pemotongan pajak dan belanja yang menurut analis nonpartisan dapat menambah utang negara sebesar $3,4 triliun selama dekade mendatang.
Sementara itu, dolar AS berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua minggu, membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli luar negeri.
Risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Juni menunjukkan bahwa hanya beberapa pejabat yang mendukung penurunan suku bunga paling cepat bulan ini, sementara sebagian besar pembuat kebijakan menyatakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang mereka perkirakan akan terjadi akibat tarif perdagangan Trump.
Trump telah menuntut penurunan suku bunga segera dan meminta Ketua Fed Jerome Powell untuk mengundurkan diri, tetapi risalah rapat tersebut hanya menunjukkan dukungan yang tipis untuk pengurangan biaya pinjaman di antara 19 pembuat kebijakan Fed.
Pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS bulan lalu, para pejabat dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50% yang ditetapkan Desember lalu.
Emas biasanya berkinerja baik selama periode ketidakpastian ekonomi, tetapi menghadapi tantangan ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan pendapatan bunga.
Perak spot turun 1,3% menjadi $36,31 per ons, platinum turun 1,1% menjadi $1.344,32, dan paladium turun 0,4% menjadi $1.106,35. (Arl)
Sumber: Reuters
Emas Masih Naik! Suku Bunga Goyang, Trump Tambah Tarif Lagi!
Harga emas mempertahankan kenaikan tipis hari ini, diperdagangkan mendekati $3.318 per ons, setelah naik 0,4% pada perdagangan Rabu. Kenaikan ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap prospek penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta ketidakpastian yang muncul akibat ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump. Pedagang juga mencermati risalah rapat The Fed terbaru yang mengungkap perbedaan pandangan internal terkait dampak tarif terhadap inflasi.
Apa yang terjadi? – Dari 19 pejabat The Fed, 10 memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, sementara 7 lainnya tidak memperkirakan pemangkasan sama sekali. Dua pejabat lainnya memperkirakan hanya satu pemotongan. Karena emas tidak memberikan bunga, maka lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga logam mulia. Itulah sebabnya prospek penurunan suku bunga menjadi faktor penting yang diamati pasar saat ini.
Mengapa penting? Ketika Trump kembali mengumumkan putaran tarif baru, termasuk tarif tinggi terhadap Brasil, ketegangan dagang kembali mencuat. Meski kekhawatiran jangka pendek mereda, ketidakpastian jangka panjang tetap menjadi alasan bagi investor untuk mencari aset aman seperti emas. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi AS turun setelah lelang obligasi 10 tahun mendapat respons kuat dari pasar ini memperkuat daya tarik emas karena hasil yang lebih rendah menekan alternatif investasi berbunga.
Bagaimana dampaknya ke pasar? Emas spot tercatat naik tipis 0,1% ke $3.317,41 per ons pada pukul 08:05 pagi waktu Singapura. Indeks Dolar Bloomberg juga melemah 0,1%, mendukung daya beli emas secara global. Sementara itu, harga perak dan platinum cenderung stagnan, dan paladium sedikit turun. Sepanjang tahun 2025, emas telah reli sekitar 25%, didorong oleh kombinasi faktor seperti ketegangan perdagangan, konflik geopolitik, serta pembelian masif oleh bank sentral dunia. Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
