Berita Emas 11 Juli 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Tarif vs Suku Bunga: Emas Jadi Tumbal Atau Pelindung?

Harga emas dunia kembali stabil pada Jumat pagi, setelah mencatat kenaikan dua hari berturut-turut. Emas spot diperdagangkan di level $3.332,31 per ounce pada pukul 08:32 waktu Singapura, menguat 0,3% dibanding sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump, serta spekulasi arah suku bunga AS yang masih belum pasti.

Trump kembali mengguncang pasar dengan usulan serangkaian tarif impor baru terhadap negara tertentu, termasuk Kanada dan Brasil, serta rencana besar untuk mengenakan tarif pada impor tembaga. Kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus. Langkah ini menciptakan ketidakpastian yang cukup tinggi di pasar global dan memicu minat investor pada aset safe haven seperti emas.

Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati prospek kebijakan moneter AS. Meski suku bunga belum berubah sepanjang tahun ini, pejabat The Fed mulai terbelah soal arah selanjutnya. Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyebut kemungkinan masih ada dua kali pemangkasan suku bunga di paruh kedua 2025, meskipun ia menganggap dampak harga dari tarif bisa jadi lebih ringan dari yang dikhawatirkan. Secara historis, penurunan suku bunga biasanya mendukung penguatan harga emas.

Sejauh ini, emas telah naik lebih dari 25% sepanjang tahun 2025, dan sempat mencetak rekor tertinggi di atas $3.500 per ounce pada April lalu. Kenaikan harga didorong oleh ketegangan geopolitik, pembelian oleh bank sentral, dan kekhawatiran jangka panjang terhadap ekonomi global akibat kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu. Dengan kombinasi tekanan dari sisi kebijakan dan geopolitik, emas diperkirakan masih akan mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung nilai.

Sumber: (ayu-newsmaker)

Tarif Memanas, Dolar Menguat – Emas Tetap Kalem!

Harga emas sedikit berubah pada hari Kamis (10/7) karena dolar AS yang lebih kuat mengimbangi dampak tarif terbaru Presiden AS Donald Trump yang mendorong pembelian oleh investor yang mencari perlindungan dari risiko geopolitik.

Harga emas spot naik 0,1% menjadi $3.317,44 per ons pada pukul 13.50 ET (17.50 GMT). Harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi pada $3.325,7.

Indeks dolar AS menguat 0,2%. Emas cenderung kehilangan daya tarik ketika dolar AS menguat, karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

“Kecuali jika terjadi eskalasi geopolitik yang besar, saya tidak melihat emas akan menembus di atas $3.400. Dalam jangka pendek, saya pikir emas akan tetap berada dalam kisaran tersebut,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Trump melancarkan serangan tarif lebih lanjut pada hari Rabu, mengumumkan tarif baru sebesar 50% untuk impor tembaga AS dan bea masuk sebesar 50% untuk barang-barang dari Brasil, keduanya akan dimulai pada 1 Agustus.

Ada “peningkatan daya tarik emas di antara negara-negara ekonomi berkembang, yang memandang kualitas logam tersebut yang bebas dari rekanan sebagai daya tarik di dunia yang terbebani oleh risiko geopolitik yang terus-menerus,” ujar Paul Wong, Ahli Strategi Pasar di Sprott Asset Management, dalam sebuah catatan.

Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni menunjukkan hanya “beberapa” pejabat yang merasa suku bunga dapat diturunkan secepatnya bulan ini, sementara sebagian besar pembuat kebijakan tetap khawatir tentang tekanan inflasi yang mereka perkirakan akan terjadi akibat tarif.

Dari sisi data, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mempertahankan karyawannya meskipun ada indikasi lain dari pasar tenaga kerja yang sedang melemah.

Di antara logam lainnya, perak spot naik 1,5% menjadi $36,87 per ons. “Menembus level $35 meningkatkan kemungkinan mencapai target $40,” kata Wong. PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.