Berita Emas 24 April 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Melemah, Ketegangan Hormuz Angkat Risiko Inflasi
Harga emas bergerak stabil namun bersiap mencatat penurunan mingguan, memutus tren kenaikan empat pekan, seiring meningkatnya ketegangan maritim antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan ini menahan harapan de-eskalasi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi melalui kanal energi.

Emas bertahan di bawah $4.700 per ons pada Jumat, setelah turun hampir 3% sepanjang pekan. Ketegangan meningkat karena AS dan Iran sama-sama mempertahankan blokade pelayaran, sementara Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembaki kapal yang memasang ranjau di Selat Hormuz.

AS juga disebut mencegat dua supertanker minyak yang mencoba menghindari upaya pencegahan lalu lintas ke dan dari pelabuhan Iran. Di sisi lain, Teheran dilaporkan menyerang setidaknya tiga kapal sepanjang pekan ini, memperkuat persepsi bahwa risiko keamanan pelayaran masih tinggi.

Sejumlah pejabat yang mengetahui upaya diplomatik menyebut peluang Iran menyetujui perundingan tatap muka tambahan dengan AS ikut terhambat oleh ancaman Trump dan unggahan media sosial yang agresif. Ini membuat jalur negosiasi terlihat rapuh meski gencatan sempat diperpanjang tanpa batas waktu.

Penurunan emas terjadi setelah optimisme awal mereda, karena blokade Hormuz yang sudah mendekati akhir pekan kedelapan dan volatilitas di sekitar jalur itu mendorong harga minyak kembali lebih tinggi. Gangguan pasokan energi memperbesar risiko inflasi dan menambah peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkan, kondisi yang biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,1% ke $4.690,98 per ons (07.22 Singapura). Perak turun 0,1% ke $75,34, sementara platinum dan palladium relatif stabil. Bloomberg Dollar Spot Index datar setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya.

5 poin penting (headline points):

  • Emas menuju rugi mingguan hampir 3%, memutus tren naik empat pekan.
  • Kebuntuan maritim AS–Iran meningkat, dengan blokade pelayaran dan perintah Trump terkait ranjau di Hormuz.
  • AS mencegat dua supertanker; Iran dilaporkan menyerang setidaknya tiga kapal pekan ini.
  • Prospek talks tatap muka melemah, dinilai terhambat ancaman Trump dan komunikasi publik yang keras.
  • Gangguan energi mengangkat risiko inflasi dan “higher-for-longer”, menekan emas non-yielding; emas turun sekitar 11% sejak perang dimulai.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Melemah, Kebuntuan Hormuz Kunci Sentimen
Harga emas kembali melemah pada Kamis (23/4), terbebani penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan ketidakpastian kelanjutan pembicaraan AS–Iran. Pada 09:57 ET, spot gold turun 1,1% ke US$4.690,23/oz, sementara gold futures turun 1% ke US$4.706,31/oz.

Pasar menilai jalur diplomasi belum jelas meski Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata secara terbuka. Iran menyatakan blokade AS harus dicabut sebelum negosiasi dimulai, sementara Washington menuntut pembukaan penuh Selat Hormuz. Dengan Iran tetap membatasi selat dan AS mempertahankan blokade angkatan laut serta pengawasan kapal-kapal Iran, kebuntuan menahan minat beli emas.

Lonjakan harga minyak kembali di atas US$100 per barel memperkuat kekhawatiran guncangan energi yang bisa mendorong inflasi dan membuat bank sentral global mempertimbangkan sikap suku bunga lebih ketat. Kanal ini cenderung negatif bagi emas non-yielding, terutama ketika dolar menguat dan membuat bullion lebih mahal bagi pembeli luar AS. Pasar juga kembali mencari perlindungan di dolar, yang disebut menuju kenaikan mingguan pertamanya bulan ini.

Tekanan merembet ke logam mulia lain. Perak spot turun 3% ke US$75,3725/oz, sementara platinum spot turun 3,5% ke US$2.015,35/oz. Fokus berikutnya adalah perkembangan Hormuz dan sinyal negosiasi AS–Iran, arah minyak dan inflasi energi, pergerakan DXY serta yield AS yang ikut menentukan ruang pemulihan emas.(Arl)* Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.