Berita Emas 5 Mei 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Tertekan Konflik!
Harga emas masih tertahan di zona pelemahan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat baku serangan di Teluk Persia. Kondisi ini membuat gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar empat pekan kembali terancam dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi serta arah suku bunga AS.

Emas bergerak sekitar US$4.520 per hari setelah sebelumnya turun sekitar 2% pada perdagangan Senin. Tekanan terhadap emas muncul karena eskalasi konflik mendorong harga minyak naik, sementara imbal hasil obligasi AS ikut meningkat seiring kekhawatiran bahwa inflasi energi dapat kembali menekan perekonomian.

Militer AS menyatakan berhasil menggagalkan serangan Iran ketika membantu perjalanan dua kapal berbendera AS melalui Selat Hormuz. Ketegangan juga meningkat setelah Uni Emirat Arab mengatakan berhasil mencegat pelayaran rudal yang ditembakkan Iran, serta menuding serangan drone Iran sebagai penyebab kebakaran besar di pelabuhan Fujairah.

Situasi ini mengguncang gencatan senjata yang sebelumnya terjadi sejak 8 April. Lonjakan harga minyak membuat pelaku pasar meningkatkan spekulasi bahwa The Fed bisa kembali menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Analis Capital.com, Kyle Rodda, menilai bahwa ketegangan Timur Tengah, kenaikan minyak, penguatan dolar, dan kenaikan hasil menjadi kombinasi yang menekan emas. Jika konflik terus meningkat dan mendorong dolar serta imbal hasil AS lebih tinggi, harga emas berisiko melanjutkan pelemahan.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rencana pinjaman Departemen Keuangan AS untuk tiga bulan mendatang serta sejumlah data ekonomi penting. Data tersebut akan menjadi petunjuk baru bagi arah suku bunga, sementara perkembangan konflik AS-Iran tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan emas dalam jangka pendek.

5 Poin Inti

  • Emas bertahan di sekitar US$4.520 Sesi Asia hari ini, setelah turun sekitar 2% pada perdagangan sebelumnya.
  • Konflik AS-Iran kembali memanas di Teluk Persia dan mengancam gencatan senjata.
  • Harga minyak melonjak, memicu kekhawatiran inflasi energi.

Yield obligasi AS naik, membuat emas tertekan karena tidak memberikan imbal hasil.

  • Fokus pasar singkat pada The Fed, data ekonomi AS, dan perkembangan konflik Timur Tengah.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Lonjakan Energi Tekan Emas, Pasar Kian “Higher for Longer”
Harga emas turun tajam pada Senin (4/5) setelah ketegangan AS–Iran kembali memanas, mendorong penguatan dolar dan menghidupkan lagi kekhawatiran inflasi yang menjaga ekspektasi suku bunga tinggi. Spot gold turun 2,6% ke US$4.524,40/oz pada 16:15 ET, sementara kontrak berjangka emas AS untuk Juni ditutup turun 2,4% di US$4.533,30/oz.

Tekanan datang setelah Iran dilaporkan menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA, menandai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu. Di saat yang sama, dolar menguat dan Brent melonjak lebih dari 5%, kombinasi yang biasanya membebani emas karena membuat logam mulia berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli non-AS.

Lonjakan energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan memperpanjang narasi “higher for longer”, yang mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil. Barclays menambah daftar rumah riset yang memperkirakan tidak ada pelonggaran kebijakan The Fed tahun ini. Pekan ini, pasar menanti rangkaian data AS termasuk lowongan kerja, laporan ADP, dan payrolls April.

Pelemahan juga menjalar ke logam mulia lain: perak turun 3,5% ke US$72,67/oz, platinum turun 2,2% ke US$1.946,15/oz, dan paladium turun 3% ke US$1.478,74/oz.(Arl)* PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber: NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.