
PT Rifan – Emas Menguat, Dolar Turun usai Trump Klaim Progres Deal Iran
Harga emas melanjutkan kenaikan dan diperdagangkan di sekitar $4.590 per ons pada Rabu, terbantu pelemahan dolar setelah Presiden AS Donald Trump menyebut ada “kemajuan besar” menuju kesepakatan akhir dengan Iran. Indeks dolar turun 0,2%, membuat emas lebih murah bagi sebagian pembeli global.
Trump mengatakan ia akan menghentikan sementara upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal netral keluar dari Selat Hormuz guna melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan. Dari Washington, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut gencatan senjata yang dimulai kurang dari sebulan lalu masih berlaku, sementara Menlu Marco Rubio mengatakan operasi ofensif telah berakhir karena AS beralih ke perlindungan pelayaran di selat tersebut.
Dari Teheran, Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan “mengalami kemajuan.” Namun ketegangan belum sepenuhnya hilang, setelah ada laporan kapal kargo terkena proyektil tak dikenal sehari setelah bentrokan yang melibatkan kapal-kapal di Selat Hormuz, menandakan risiko insiden masih ada meski retorika de-eskalasi menguat.
Di sisi makro, emas tetap menghadapi tarikan berlawanan. Jalur menuju kesepakatan yang membuka kembali Hormuz masih belum jelas, sementara kekhawatiran inflasi mendorong ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat, yang biasanya membebani emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Pasar obligasi disebut meningkatkan taruhan bahwa langkah kebijakan bank sentral berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga alih-alih penurunan.
Fokus berikutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS, yang dapat mempertegas apakah kondisi pasar tenaga kerja cukup stabil sehingga risiko inflasi tetap menjadi perhatian utama investor. Dalam konteks itu, emas disebut sudah turun lebih dari 12% sejak perang dimulai pada akhir Februari, sehingga ruang pergerakan jangka pendek masih sensitif terhadap kombinasi dolar, suku bunga, dan headline geopolitik.
Menurut Nicky Shiels dari MKS PAMP, emas memasuki musim panas dengan “paradoks” posisi: dana yang terparkir di emas masih tinggi, tetapi positioning kontrak dan ons relatif rendah. Ia menilai narasi bullish jangka menengah masih ada, namun jalur menuju level tertinggi baru dalam jangka pendek bergantung pada apakah arus institusional ikut masuk. Pada pukul 08.18 di Singapura, spot gold tercatat naik 0,8% ke $4.593,11, sementara perak naik 1,3% ke $73,79 dan platinum serta paladium ikut menguat.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id
Emas Menguat Tipis di Tengah Meredanya Ketegangan AS–Iran
Harga emas naik tipis pada Selasa (5/5) setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan. Penguatan terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlangsung, meskipun ketegangan di sekitar Selat Hormuz tetap tinggi.
Emas spot naik sekitar 0,7% ke kisaran US$4.555 per ounce, sementara kontrak berjangka juga menguat dengan persentase yang sama. Pada sesi sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot lebih dari 2% ke level terendah sejak akhir Maret, tertekan oleh lonjakan imbal hasil dan penguatan dolar.
Sentimen pasar sebelumnya memburuk setelah Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut, yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia, secara efektif tertutup sejak konflik dimulai dan memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke arah kapal perang AS yang mendekati selat dan mengklaim telah mengenai satu kapal. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan dua kapal dagang AS berhasil melintasi selat dengan aman. Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone Iran memicu kebakaran di pusat perdagangan dan penyimpanan minyak besar di Fujairah.
Pemerintah AS kemudian menegaskan bahwa “Project Freedom” bersifat defensif dan bertujuan semata untuk menjamin keamanan pelayaran komersial, tanpa memasuki wilayah atau wilayah udara Iran. Pernyataan ini membantu meredakan sebagian ketegangan, sehingga mendukung pemulihan harga emas meski arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga global.(mrv)* PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
