Berita Emas 17 Juli 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Jebol US$4.000, The Fed Jadi Beban

Harga emas bertahan di bawah level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Jumat (17/7) dan berada di jalur pelemahan mingguan lebih dari 3%. Tekanan utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Amerika Serikat melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sepanjang pekan ini. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa AS dapat menargetkan infrastruktur Iran pada pekan depan jika upaya diplomasi tidak menghasilkan terobosan.

Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di sejumlah negara tetangga. Eskalasi ini membuat pasar khawatir konflik bisa berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli semakin kecil. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh tetap menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target dan menjaga stabilitas harga.

Dampaknya ke market, emas masih tertekan karena investor menilai risiko inflasi energi bisa membuat The Fed tetap hati-hati. Selama pasar masih terpecah soal peluang kenaikan suku bunga pada September, emas sebagai aset tanpa imbal hasil berpotensi sulit bangkit kuat, terutama jika dolar dan yield kembali menguat.(asd)

Sumber:  Newsmaker.id

Emas Turun di Bawah $4000 Saat Kembalinya Spekulasi Hike Rate

Harga emas turun tajam lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (16/7), tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury. Pasangan XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$3.974 per troy ounce, kembali turun di bawah level psikologis US$4.000.

Tekanan terhadap emas muncul karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak. Meski harga minyak bergerak sedikit melemah harian, WTI masih mencatat kenaikan lebih dari 13% sepanjang Juli, sehingga pasar khawatir risiko inflasi energi bisa kembali meningkat.

Dolar AS ikut menguat karena investor menilai kenaikan harga energi dapat membuat The Fed tetap berhati-hati terhadap inflasi. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,24% ke level 100,74, mendekati area 101,00. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Data ekonomi AS juga memberi tekanan tambahan bagi emas. Retail Sales naik 0,2% secara bulanan pada Juni, sesuai ekspektasi, meski lebih rendah dari kenaikan 1% pada Mei. Sementara itu, Initial Jobless Claims turun ke 208 ribu, lebih rendah dari perkiraan 217 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid.

Yield Treasury AS ikut bergerak naik, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun bertambah hampir 3 basis poin ke 4,577%. Komentar pejabat The Fed juga cenderung hawkish, terutama setelah Lorie Logan dan Jeffrey Schmid menyoroti risiko inflasi yang masih persisten di berbagai sektor barang dan jasa.

Dampaknya ke market, emas masih rawan tertekan selama dolar dan yield terus menguat. Pasar memang memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Juli, tetapi peluang kenaikan suku bunga pada Oktober masih cukup besar. Jika XAU/USD gagal kembali ke atas US$4.000, tekanan jual berpotensi berlanjut, sementara rebound baru lebih kuat jika dolar mulai melemah dan risiko inflasi energi mereda.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.