
PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Bertahan, Harapan Damai Jadi Penopang
Harga emas bertahan di sekitar US$4.061 per troy ounce pada perdagangan Selasa sesi Asia (28/07) setelah naik 0,6% pada sesi sebelumnya. Emas spot kemudian bergerak tipis di US$4.073,05 per troy ounce.
Pergerakan emas didukung pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat dan Iran sedang melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik. Trump menilai terdapat peluang tercapainya kesepakatan.
Harapan damai membantu mengurangi risiko konflik militer dan menekan harga minyak. Amerika Serikat telah menahan serangan terhadap Iran selama tiga hari, sementara Teheran juga menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk.
Meski demikian, ancaman Trump dapat terjadi kembali jika negosiasi gagal. Kondisi tersebut membuat investor tetap berhati-hati dan menjaga permintaan terhadap emas.
Pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu diperkirakan mencapai sekitar 40%, seiring pasar menimbang tekanan harga energi dan inflasi AS.
Selama pembicaraan AS-Iran berlanjut dan harga minyak melemah, emas bertahan di dekat US$4.000. Namun, kenaikan suku bunga The Fed atau kembalinya konflik dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Jeda AS-Iran Angkat Harga Emas
Harga emas menguat pada perdagangan Senin (27/7) dan bergerak di sekitar US$4.079 per troy ounce. Logam mulia mendapat dukungan setelah jeda serangan AS dan Iran mendorong harga minyak turun tajam.
Meredanya konflik meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan diplomatik dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, meskipun risiko konflik belum sepenuhnya hilang.
Harga minyak Brent jatuh 8,7% dan ditutup di US$88,36 per barel. WTI juga merosot 7,5% ke US$82,61 per barel, sehingga kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat biaya energi mulai mereda.
Dolar AS turut melemah tipis, membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Penurunan harga minyak dan dolar membantu mengimbangi tekanan dari ekspektasi suku bunga AS yang masih tinggi.
Investor kini menantikan keputusan Federal Reserve pada Rabu. Pasar memperkirakan peluang sekitar 62% bahwa suku bunga akan dipertahankan, tetapi kemungkinan kenaikan pada September masih berada di sekitar 82%.
Pasar juga akan mencermati data inflasi PCE AS pada Kamis. Selama harga minyak dan dolar tetap rendah, emas berpeluang bertahan di atas US$4.000, tetapi pernyataan agresif The Fed atau memburuknya konflik dapat kembali memicu pergerakan tajam.(arl) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker
