
PT Rifan Financindo – Serangan Mendadak Berhenti, Harga Emas Langsung Beraksi!
Harga emas naik tajam pada perdagangan Senin (27/07) setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan selama akhir pekan. Emas spot menguat 1,1% menjadi US$4.116,03 per troy ounce
Kenaikan emas terjadi setelah meredanya pertempuran membuat kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan inflasi mulai berkurang. Amerika Serikat menghentikan serangan yang berlangsung hampir dua pekan, sementara Iran memberi sinyal menahan serangan balasan.
Iran juga mengadakan pembicaraan dengan Oman untuk membahas masalah pengiriman melalui Selat Hormuz. Kabar tersebut membuat harga minyak Brent sempat anjlok lebih dari 7% hingga berada di bawah US$90 per barel.
Meski situasi mulai mereda, kelompok Houthi mengklaim menyerang fasilitas terkait Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu. Kondisi ini membuat risiko konflik belum benar-benar hilang dan pasar tetap berhati-hati.
Harga emas masih bertahan di sekitar US$4.000 sejak akhir Juni, yang dianggap sebagai level penopang penting. Perak turut melonjak 2,7% menjadi US$59,72, sementara pelemahan dolar sebesar 0,2% ikut membantu penguatan logam mulia.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Emas Naik, Yield AS Turun Redam Tekanan Dolar
Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (24/7) meskipun dolar Amerika Serikat masih bertahan kuat. Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.065 per troy ounce atau naik 0,38%.
Kenaikan emas didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 4,667%, sehingga mengurangi tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Indeks Dolar AS bergerak naik tipis ke level 101,46 dan menuju kenaikan mingguan lebih dari 0,60%. Dolar yang kuat biasanya membatasi emas karena membuat harganya lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Sentimen emas juga terbantu oleh penurunan harga minyak. WTI melemah 3,83% menjadi US$88,79 per barel, meskipun masih menuju kenaikan mingguan lebih dari 8,50%.
Dari sisi data, PMI manufaktur AS turun tipis menjadi 53,8 dari 53,9 dan berada di bawah perkiraan 54,5. Sebaliknya, PMI jasa naik menjadi 53,6 dari 51,2 dan melampaui proyeksi pasar sebesar 51.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 41% bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, sementara peluang suku bunga dipertahankan mencapai 59%. Selama yield AS dan harga minyak terus menurun, emas berpeluang mempertahankan kenaikan, meski dolar kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih menjadi penghambat.(yds) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
