Berita Emas 24 Juli 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Bertahan, Lonjakan Minyak Picu Kekhawatiran Suku Bunga
Harga emas bertahan di sekitar US$4.043 per troy ounce pada perdagangan Jumat (24/07) setelah turun sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Pelemahan tersebut menghapus sebagian besar kenaikan emas dalam dua hari terakhir yang sebelumnya didorong aksi beli saat harga turun.

Tekanan terhadap emas muncul setelah konflik di Timur Tengah kembali meningkat dan mendorong harga energi lebih tinggi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi Amerika Serikat dapat kembali menguat, sehingga Federal Reserve berpotensi memperketat kebijakan moneternya.

Harga minyak Brent menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik selama enam hari berturut-turut, mencerminkan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi.

Ketidakpastian juga bertambah setelah Presiden Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran. Pemerintah AS turut mengumumkan pungutan impor sebesar 10% hingga 12,5% terhadap barang dari sebagian besar mitra dagang utama.

Pasar swap kini memperkirakan peluang sebesar 34% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Setidaknya satu kenaikan suku bunga juga telah diperhitungkan pasar untuk September, dengan kemungkinan kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.

Emas spot tercatat relatif stabil di US$4.048,25 per troy ounce, sementara perak berada di US$57,62 setelah turun 3,6% pada sesi sebelumnya. Selama harga energi dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi, emas berpotensi masih tertekan, meski area US$4.000 dinilai menjadi level penopang penting.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Anjlok Lebih dari 2%, Oil Jadi Tekanan Utama
Harga emas turun lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (23/7) setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Pelemahan terjadi ketika konflik di Timur Tengah mendorong harga energi naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Emas spot turun 2,1% menjadi US$4.044,83 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 2,5% ke level US$4.047,80 per troy ounce.

Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS sebesar 0,3%. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Kenaikan yield membuat emas kurang menarik karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Harga minyak Brent menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei setelah Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Kenaikan harga minyak dinilai dapat memperpanjang tekanan inflasi dan membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pasar bahkan mulai meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Investor kini menantikan keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada pekan depan. Nada kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari perkiraan berpotensi memicu pergerakan besar pada harga emas.(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.