Berita Emas 31 Juli 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Intervensi Jepang Angkat Emas
Harga emas bertahan menguat pada perdagangan Jumat (31/07) setelah dolar AS melemah tajam akibat intervensi Jepang untuk menopang nilai tukar yen. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan terhadap logam mulia tetap terjaga.

Emas bergerak di sekitar level tertinggi dalam beberapa hari dan berpeluang mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari. Selain faktor dolar, harga emas juga mendapat dukungan dari keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Bank sentral AS memilih menahan suku bunga meskipun tekanan inflasi masih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi. Keputusan tersebut memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena pasar sebelumnya sempat memperkirakan adanya peluang kenaikan bunga.

Namun, hasil pemungutan suara The Fed menunjukkan bahwa sebagian pejabat masih mendukung kebijakan yang lebih ketat. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa kenaikan suku bunga tetap dapat digunakan apabila inflasi terus bertahan di atas target bank sentral.

Dari Jepang, penguatan yen terjadi setelah otoritas negara tersebut diduga kembali masuk ke pasar valuta asing. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menilai yen masih terlalu murah dan pergerakan mata uang yang terlalu liar dapat mengganggu stabilitas pasar.

Sementara itu, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik dapat mendorong permintaan aset aman, tetapi lonjakan harga energi juga berisiko menjaga inflasi tetap tinggi. Dalam kondisi ini, arah emas masih akan sangat dipengaruhi pergerakan dolar, kebijakan The Fed, dan perkembangan konflik Timur Tengah.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Inflasi Melandai, Emas Langsung Melaju
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi Amerika Kamis (30/7). XAU/USD bergerak di sekitar US$4.113 per troy ounce, setelah sempat menyentuh US$4.120 dan bangkit dari level terendah harian di sekitar US$4.028. Kontrak berjangka emas AS turut naik hampir 2% ke sekitar US$4.111.

Kenaikan emas terutama ditopang pelemahan tajam dolar Amerika Serikat. Indeks Dolar AS turun sekitar 0,9% ke area 99,79–99,95, level terendah dalam beberapa pekan, di tengah dugaan intervensi otoritas Jepang yang mendorong penguatan yen. Dolar yang lebih murah meningkatkan daya tarik emas bagi pembeli non-AS.

Data ekonomi AS juga memberikan dukungan. Inflasi inti PCE Juni melambat menjadi 0,1% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sedangkan inflasi utama turun 0,1% secara bulanan dan melandai menjadi 3,7% secara tahunan. Meski masih di atas target The Fed, data tersebut menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda.

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua hanya mencapai 1,5% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2,1% pada kuartal sebelumnya. Perlambatan terutama dipengaruhi pelebaran defisit perdagangan, meskipun konsumsi masyarakat dan investasi bisnis masih cukup kuat.

Pasar turut memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat setelah The Fed mempertahankan bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Namun, tiga suara yang mendukung kenaikan dan yield Treasury jangka panjang yang masih tinggi menunjukkan ancaman kebijakan ketat belum hilang. Yield tenor 30 tahun berada di sekitar 5,23%, sedangkan yield 10 tahun terakhir tercatat di sekitar 4,67%.

Dampaknya, emas masih berpeluang menguji US$4.120, kemudian US$4.150–US$4.200 apabila dolar tetap lemah. Namun, kegagalan bertahan di atas US$4.100 dapat memicu koreksi menuju US$4.075–US$4.065. Konflik Timur Tengah tetap menopang permintaan aset aman, tetapi harga minyak dan yield tinggi masih dapat membuat pergerakan emas sangat fluktuatif.(arl) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.