Berita Emas 5 Agustus 2026

PT Rifan

PT Rifan – Hormuz Mereda, Emas Bertahan di US$4.070
Harga emas bergerak stabil dalam rentang sempit pada perdagangan Asia Rabu (05/08). Emas spot turun tipis sekitar 0,2% ke US$4.069,41 per troy ons, setelah menguat 0,6% pada sesi sebelumnya. Dolar AS yang relatif datar membuat pergerakan emas belum memiliki dorongan kuat.

Sentimen pasar ditopang oleh kemajuan pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz. Qatar menyebut rancangan proposal telah disiapkan, sementara pejabat Amerika Serikat dan Iran memberikan sinyal bahwa negosiasi mulai bergerak maju. Optimisme tersebut membuat minyak jatuh tajam, dengan Brent sebelumnya ditutup di US$79,36 dan WTI di US$75,77 per barel.

Penurunan minyak meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi dan mengurangi ekspektasi pengetatan agresif dari Federal Reserve. Pasar kini memperkirakan hanya satu kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, turun dari dua kenaikan yang sempat diperhitungkan pekan lalu. Berkurangnya peluang kenaikan bunga menjadi sentimen positif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, kemajuan diplomasi AS–Iran juga mengurangi permintaan emas sebagai aset aman. Kondisi ini membuat emas bergerak terbatas karena dukungan dari menurunnya ekspektasi suku bunga tertahan oleh berkurangnya risiko geopolitik. The Fed sebelumnya menahan suku bunga untuk kelima kalinya berturut-turut, meski tiga pejabat memilih kenaikan 25 basis poin.

Dukungan tambahan datang dari investor China. ETF berbasis emas di negara tersebut mencatat arus masuk selama 14 hari berturut-turut hingga Senin, menjadi periode terpanjang sejak Maret. Pembelian saat harga melemah membantu menjaga emas tetap bertahan di atas area psikologis US$4.000.

Fokus pasar hari ini tertuju pada data ADP Non-Farm Employment Change Juli yang dijadwalkan rilis pukul 19.15 WIB. Konsensus berada di sekitar 68.000–70.000, lebih rendah dari posisi sebelumnya sebesar 98.000. Data yang lebih lemah berpotensi menekan dolar dan mendukung emas, sedangkan hasil yang lebih kuat dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.

Analisis Newsmaker: Emas masih cenderung berkonsolidasi selama bergerak di antara US$4.050–US$4.100. Jika mampu menembus US$4.100, peluang kenaikan terbuka menuju US$4.135–US$4.150. Sebaliknya, penurunan di bawah US$4.050 dapat membawa emas menguji US$4.020 hingga US$4.000. Arah berikutnya kemungkinan ditentukan oleh data ADP malam ini dan laporan NFP pada Jumat.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Harga Emas turun Tipis Pada pembukaan Market Asia
Newsmaker.id – Harga emas bergerak turun tipis dan kembali berada di bawah level psikologis US$4.100 per troy ons pada perdagangan Rabu. Pergerakan tersebut terjadi setelah emas sempat menyentuh level tertinggi dua hari di sekitar US$4.106, sebelum aksi ambil untung membatasi kenaikannya.

Tekanan terhadap emas muncul seiring meningkatnya optimisme bahwa pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz mulai menunjukkan kemajuan. Iran dan Oman dilaporkan sedang membahas pengaturan jalur pelayaran, sementara Amerika Serikat tetap terlibat dalam upaya diplomatik untuk meredakan gangguan perdagangan energi di kawasan tersebut.

Harapan tercapainya kesepakatan membuat kebutuhan terhadap aset aman sedikit berkurang. Namun, pelemahan emas masih terbatas karena harga minyak yang turun tajam membantu meredakan risiko inflasi dan menekan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga secara agresif.

Fokus investor kini beralih ke data ADP Non-Farm Employment Change dan laporan Nonfarm Payrolls AS. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat menekan dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga membuka peluang bagi emas untuk kembali menembus US$4.100. Sebaliknya, data yang kuat berpotensi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan memperpanjang koreksi emas.

Dampak ke Market :

Emas masih berpeluang bergerak konsolidatif dengan area US$4.100 sebagai resistance psikologis. Selama pembicaraan AS–Iran terus menunjukkan perkembangan positif, permintaan aset aman dapat melemah. Namun, penurunan harga minyak dan yield obligasi AS berpotensi menahan tekanan jual, sehingga arah emas berikutnya akan sangat dipengaruhi data tenaga kerja dan pergerakan dolar.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.