Berita Emas 4 Agustus 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Menanti Kepastian Hormuz

Harga emas bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Asia Selasa(4/8). Emas spot berada di sekitar US$4.052,81 per troy ounce, setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan tipis 0,2%.

Pasar masih menunggu perkembangan pembicaraan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Normalisasi pelayaran dapat meningkatkan pasokan energi, menekan harga minyak, dan meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini membatasi penguatan emas.

Presiden AS Donald Trump menyebut tawaran diplomasi tersebut sebagai kesempatan terakhir bagi Iran. Namun, Teheran membantah sedang berunding langsung dengan Washington dan hanya mengakui adanya kemajuan pembicaraan bersama Oman mengenai jalur aman bagi kapal.

Dari sisi moneter, Presiden The Fed New York John Williams menilai tingkat suku bunga saat ini sudah tepat karena inflasi diperkirakan melandai pada semester kedua. The Fed sebelumnya mempertahankan bunga di kisaran 3,50%–3,75%, meski tiga pejabat mendukung kenaikan 25 basis poin.

Citi Research memperkirakan harga emas berpotensi bergerak datar atau melemah dalam satu bulan ke depan sebelum kembali menguat menuju US$4.500 pada kuartal keempat. Proyeksi tersebut bergantung pada berakhirnya konflik, pelemahan dolar, dan penurunan suku bunga riil.

Analisis Newsmaker: Emas berpeluang tetap berkonsolidasi selama belum ada kepastian mengenai Selat Hormuz dan arah kebijakan The Fed. Area US$4.050 menjadi level penentu, dengan resistance di US$4.080–US$4.100 dan support berikutnya di US$4.020–US$4.000.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Tertahan, Pasar Menimbang Arah The Fed

Harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (3/8) karena investor menimbang arah suku bunga Federal Reserve setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.050 per troy ounce setelah mencatat kenaikan 1% sepanjang Juli.

Sentimen pasar membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Trump mengatakan pembicaraan baru akan dimulai setelah sejumlah sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, meminta Washington memberi kesempatan bagi diplomasi.

Meredanya risiko konflik membuat harga minyak AS turun dan ditutup mendekati US$80 per barel. Penurunan energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga secara agresif ikut melemah.

Namun, emas belum sepenuhnya bebas dari tekanan. Suku bunga yang berpotensi tetap tinggi dapat meningkatkan daya tarik obligasi dan mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil. Ketidakpastian hasil diplomasi AS–Iran juga membuat investor berhati-hati.

Emas spot akhirnya turun tipis 0,2% menjadi US$4.054,95 per troy ounce. Sementara itu, perak naik 0,9% ke US$58,12, sedangkan platinum dan palladium melemah. Indeks dolar AS bergerak relatif datar.

Analisis Newsmaker: Emas masih dalam fase konsolidasi. Penurunan minyak dan yield dapat menopang harga, tetapi meredanya permintaan aset aman membatasi kenaikan. Area US$4.050 menjadi penopang terdekat, sedangkan US$4.080–US$4.100 menjadi hambatan utama.(arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.