
Rifan Financindo – Gold Bertahan, Warsh Jadi Penentu!
Harga emas kembali menguat pada perdagangan, Kamis (27/8) dan bertahan di atas level US$4.600 per troy ons, setelah sebelumnya terkoreksi akibat data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Spot gold naik sekitar 0,6% ke US$4.619,54, bahkan sempat menguat hingga 0,7% pada awal perdagangan Asia.
Emas sebelumnya menghentikan reli lima hari setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih berada jauh di atas target Federal Reserve. Kondisi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga, mendorong dolar dan yield Treasury naik pada sesi sebelumnya.
Meski demikian, koreksi emas masih relatif terbatas. Sepanjang Agustus, bullion tetap mencatat kenaikan sekitar 14%, didukung oleh langkah mengejutkan Departemen Keuangan AS di pasar obligasi. Program buyback Treasury tenor panjang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS dan menghidupkan narasi debasement trade.
Momentum investasi juga tetap kuat. Harga emas masih berada di atas moving average 200 hari, yang menunjukkan struktur tren jangka menengah masih positif. ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg juga menerima tambahan lebih dari 28 ton pada pekan lalu, arus masuk terbesar sejak Januari.
Fokus pasar kini tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Investor berharap pidato besar pertamanya sebagai Ketua The Fed dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana bank sentral akan menghadapi inflasi yang persisten dan apakah kenaikan suku bunga masih menjadi opsi dalam beberapa bulan mendatang.
Analisis Newsmaker: gold saat ini berada dalam fase bullish-konsolidatif. Kemampuan harga mempertahankan area US$4.600 menunjukkan buyer masih aktif, tetapi upside dapat tertahan sebelum Jackson Hole. Nada Warsh yang hawkish berpotensi mengangkat dolar dan yield sehingga menekan emas, sementara sinyal yang lebih berhati-hati dapat membuka peluang gold kembali menguji US$4.650–US$4.700. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Inflasi Panas, Gold Jatuh dari Puncak 3 Bulan
Harga emas terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (26/8) setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tiga bulan. Spot gold merosot 1,4% ke US$4.590,32 per troy ons, turun kembali di bawah area psikologis US$4.600 setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih berada jauh di atas target Federal Reserve.
Data tersebut mendorong dolar AS menguat dan yield Treasury bergerak naik, sementara pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil bunga.
Meski mengalami koreksi, emas masih mencatat kenaikan sekitar 14% sepanjang Agustus. Reli besar tersebut sebelumnya dipicu keputusan Departemen Keuangan AS melakukan intervensi di pasar obligasi melalui peningkatan buyback Treasury jangka panjang. Kebijakan itu kembali menghidupkan narasi debasement trade, dengan investor mencari perlindungan dari risiko defisit fiskal dan pelemahan nilai dolar.
Momentum investasi emas juga masih cukup kuat. Harga tetap berada di atas moving average 200 hari, sementara ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg mencatat tambahan lebih dari 28 ton pada pekan lalu, arus masuk terbesar sejak Januari. Kondisi tersebut menunjukkan investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan posisi bullish emas.
Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan emas mungkin sudah terlalu cepat untuk langsung kembali menuju rekor tertinggi. Risiko inflasi yang masih persisten dan peluang suku bunga lebih tinggi dapat membatasi kenaikan dalam jangka pendek. Fokus pasar kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat, yang berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter.
Analisis Newsmaker: koreksi ke area US$4.590 menunjukkan pasar mulai melakukan repricing terhadap risiko suku bunga setelah inflasi tetap tinggi. Selama gold mampu mempertahankan area US$4.550–US$4.580, struktur bullish menengah belum sepenuhnya rusak. Namun, jika Warsh memberikan sinyal hawkish dan yield terus naik, koreksi dapat berlanjut. Sebaliknya, nada yang lebih lunak dapat menghidupkan kembali pembelian dan membawa emas kembali menguji US$4.650–US$4.700. (arl) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
