
PT Rifan – Harga emas bertahan kuat pada perdagangan Rabu (26/08) setelah mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut. Bullion bergerak di sekitar US$4.660 per troy ons, dekat level tertinggi tiga bulan yang disentuh pada sesi sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, emas telah menguat lebih dari 7%, ditopang oleh penurunan yield Treasury dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat.
Sentimen bullish emas kembali diperkuat oleh langkah Departemen Keuangan AS yang memperbesar program buyback obligasi pemerintah tenor panjang. Kebijakan tersebut kembali menghidupkan narasi debasement trade, ketika investor mencari perlindungan pada emas dan aset keras di tengah kekhawatiran mengenai besarnya defisit anggaran serta utang pemerintah AS.
Dukungan tambahan datang dari penurunan yield Treasury sekitar 5–7 basis poin pada Selasa. Yield melemah seiring harga minyak turun setelah Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim sementara di Selat Hormuz, yang berpotensi membuka kembali sebagian jalur pelayaran dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi.
Turunnya harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga. Presiden Fed Boston Susan Collins menyatakan mendukung mempertahankan suku bunga selama inflasi terus bergerak menuju target 2%, memberikan sedikit ruang bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Perhatian pasar kini tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Rabu dan pidato perdana Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed di Jackson Hole pada Jumat. Kedua agenda tersebut diperkirakan menjadi katalis utama yang menentukan arah dolar, yield Treasury, dan emas dalam beberapa sesi berikutnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Emas Bertahan Bullish Jelang PCE AS
Harga emas masih bertahan kuat setelah gagal menembus area psikologis US$4.700 pada hari Selasa (25/8). Harga emas spot berada di sekitar US$4.661,94 per troy ons, naik 0,23%, setelah bergerak dalam rentang US$4.605,53–US$4.696,98. Pergerakan ini menunjukkan buyer mulai kembali masuk setelah tekanan profit taking sempat membawa harga menjauh dari puncak lebih dari tiga bulan.
Dukungan terbesar emas saat ini kembali datang dari melemahnya dolar dan turunnya yield Treasury. DXY berada di sekitar 98,90, turun 0,09% dan masih dekat area terendah beberapa bulan terakhir. Sementara itu, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun tajam ke sekitar 4,625% dari 4,704%, membuat opportunity cost memegang emas kembali berkurang.
Penurunan yield berkaitan dengan langkah Departemen Keuangan AS memperbesar program buyback obligasi jangka panjang. Kebijakan tersebut memang bertujuan memperbaiki likuiditas pasar Treasury dan mengurangi tekanan pada tenor panjang, tetapi justru kembali mengangkat kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS dan potensi pelemahan dolar. Narasi debasement trade masih menjadi salah satu fondasi utama reli emas dalam beberapa hari terakhir.
Namun, kenaikan gold masih tertahan oleh resistance US$4.700. Harga sebelumnya mencapai sekitar US$4.696 sebelum kehilangan momentum. Pasar juga mulai berhati-hati menjelang Core PCE Juli, yang diperkirakan tetap berada di 3,3% secara tahunan, jauh di atas target inflasi Fed sebesar 2%. Ekspektasi kenaikan suku bunga September juga belum sepenuhnya hilang, terlebih Presiden Fed Boston Susan Collins memperingatkan bahwa pengetatan tambahan mungkin diperlukan apabila inflasi tidak menunjukkan kemajuan.
Dari sisi lain, fundamental emas masih mendapat dukungan dari permintaan investasi. Impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Juli meningkat sekitar 11% secara bulanan. Namun, premi safe haven geopolitik mulai menghadapi tekanan setelah muncul kemajuan diplomasi terkait Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Penurunan tajam harga minyak juga membantu menekan kekhawatiran inflasi energi; kontrak Brent November saat pengecekan berada sekitar US$85,99 per barel.
Analisis Newsmaker: secara fundamental, gold saat ini masih memiliki bias bullish tetapi berada dalam fase konsolidasi. Kombinasi DXY di bawah 99 dan yield 10 tahun yang turun ke sekitar 4,62% menjadi penopang utama. Area US$4.700 tetap menjadi resistance krusial; breakout yang valid dapat membuka ruang menuju US$4.720–US$4.750. Sebaliknya, jika PCE lebih panas dari ekspektasi 3,3% dan pasar kembali meningkatkan peluang rate hike, gold berisiko turun menguji US$4.620–US$4.600. Untuk hari ini, PCE menjadi katalis paling penting sebelum perhatian bergeser ke pidato Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. (arl) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
