Berita Emas 4 September 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Bangkit, NFP Jadi Penentu

Harga emas melanjutkan pemulihan pada perdagangan awal Asia, Jumat (04/09), dengan bergerak di sekitar US$4.470 per troy ons. Logam mulia kembali mendapat dukungan setelah pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.

Perubahan sentimen terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan perlambatan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya meningkat akibat komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.

Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September kini turun menjadi sekitar 50,2%, dari 63,2% sebelum Waller menyampaikan pernyataannya. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membuat emas kembali menarik bagi investor.

Namun, Waller belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan suku bunga. Ia menegaskan bahwa kebijakan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi, terutama inflasi. Jika tekanan harga kembali meningkat, The Fed masih dapat memilih untuk menaikkan suku bunga.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat malam. Ekonomi AS diperkirakan menambah 56.000 pekerjaan pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di level 4,1%.

Menurut analisis Newsmaker, NFP yang lebih rendah dari perkiraan dapat menekan dolar dan memperkuat kenaikan emas di atas US$4.470. Sebaliknya, pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat berpotensi menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga The Fed, mendorong dolar menguat, dan memicu koreksi pada harga emas.

Nada Dovish Waller Dongkrak Emas

Harga emas dan perak melonjak tajam pada perdagangan Kamis (3/9) setelah komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga. Emas spot menguat 1,92% ke sekitar US$4.471,10 per troy ons, sedangkan perak naik 2,49% menjadi US$66,83 per ons.

Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung suku bunga tetap apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan perlambatan. Pernyataan tersebut menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 50,4%, dari 63,2% sehari sebelumnya.

Perubahan ekspektasi itu mendorong yield Treasury AS tenor dua tahun turun ke 4,34% dan tenor 10 tahun ke sekitar 4,77%. Pelemahan imbal hasil obligasi serta dolar AS mengurangi tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan bunga, sehingga membuka ruang bagi emas untuk memperpanjang rebound dari level terendah hampir satu bulan.

Namun, data sektor jasa AS masih memberikan sinyal inflasi yang beragam. ISM Services PMI naik menjadi 55,4 pada Agustus, sementara indeks harga yang dibayar melonjak ke 72,6—tertinggi sejak Oktober 2022. Di sisi lain, indeks ketenagakerjaan tetap mengalami kontraksi pada level 47,8.

Analisa Newsmaker : momentum emas masih cenderung positif selama dolar dan yield Treasury bertahan melemah. NFP yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat peluang emas melanjutkan kenaikan, sedangkan data tenaga kerja yang solid berpotensi menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga dan memicu koreksi. Setelah NFP, pasar akan beralih ke data inflasi AS pada 11 September sebagai penentu arah berikutnya. (arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.