Berita Emas 11 September 2026

PT Rifan

PT Rifan – Gold Sulit Bangkit, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Bunga

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Jumat (11/9) dan berada di jalur mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Lonjakan harga minyak, tekanan inflasi Amerika Serikat, serta kenaikan yield obligasi meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Spot gold turun sekitar 0,1% ke US$4.312,20 per troy ounce pada perdagangan pagi Asia, setelah anjlok sekitar 1,8% pada sesi sebelumnya ke level terendah sejak awal Agustus. Secara mingguan, emas telah melemah sekitar 2,7%.

Tekanan terhadap Gold semakin besar setelah Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, kenaikan terbesar sejak Mei. Tingginya harga energi menjadi salah satu pendorong utama, seiring eskalasi konflik Timur Tengah yang membuat Brent bergerak mendekati US$108 per barel.

Ketegangan AS–Iran juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan terhadap tanker Iran, serangan balasan terhadap pangkalan di Yordania, serta meningkatnya aktivitas Houthi di Yaman memperbesar risiko gangguan pasokan energi. Lonjakan minyak tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan tinggi lebih lama.

Pasar obligasi turut memberikan tekanan setelah yield Treasury melonjak menyusul operasi buyback Departemen Keuangan AS yang hasil pembeliannya lebih rendah dari harapan pasar. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan mengenai kemampuan program buyback untuk meredam kenaikan yield jangka panjang. Yield yang tinggi biasanya negatif bagi emas karena bullion tidak memberikan bunga.

Perhatian investor kini beralih ke Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Jumat. Pasar swap memperkirakan peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. CPI yang lebih panas berpotensi semakin memperkuat ekspektasi tersebut.

Logam mulia lainnya juga masih tertekan. Silver turun sekitar 0,3% menjadi US$63,40 per troy ounce setelah anjlok 5,5% pada Kamis, penurunan harian terbesar sejak Juni. Platinum dan palladium juga bergerak melemah.

Fundamental Gold memasuki Jumat dengan tekanan yang cukup kuat. Kombinasi minyak mendekati US$108, inflasi produsen yang tinggi, yield Treasury yang melonjak, dan peluang kenaikan bunga The Fed sekitar 70% membuat ruang pemulihan emas terbatas. CPI AS menjadi katalis utama; angka yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan Gold, sementara inflasi inti yang lebih lunak berpotensi memicu rebound setelah penurunan tajam pekan ini.

Gold Sulit Bangkit, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Bunga

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Jumat (11/9) dan berada di jalur mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Lonjakan harga minyak, tekanan inflasi Amerika Serikat, serta kenaikan yield obligasi meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Spot gold turun sekitar 0,1% ke US$4.312,20 per troy ounce pada perdagangan pagi Asia, setelah anjlok sekitar 1,8% pada sesi sebelumnya ke level terendah sejak awal Agustus. Secara mingguan, emas telah melemah sekitar 2,7%.

Tekanan terhadap Gold semakin besar setelah Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, kenaikan terbesar sejak Mei. Tingginya harga energi menjadi salah satu pendorong utama, seiring eskalasi konflik Timur Tengah yang membuat Brent bergerak mendekati US$108 per barel.

Ketegangan AS–Iran juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan terhadap tanker Iran, serangan balasan terhadap pangkalan di Yordania, serta meningkatnya aktivitas Houthi di Yaman memperbesar risiko gangguan pasokan energi. Lonjakan minyak tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan tinggi lebih lama.

Pasar obligasi turut memberikan tekanan setelah yield Treasury melonjak menyusul operasi buyback Departemen Keuangan AS yang hasil pembeliannya lebih rendah dari harapan pasar. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan mengenai kemampuan program buyback untuk meredam kenaikan yield jangka panjang. Yield yang tinggi biasanya negatif bagi emas karena bullion tidak memberikan bunga.

Perhatian investor kini beralih ke Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Jumat. Pasar swap memperkirakan peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. CPI yang lebih panas berpotensi semakin memperkuat ekspektasi tersebut.

Logam mulia lainnya juga masih tertekan. Silver turun sekitar 0,3% menjadi US$63,40 per troy ounce setelah anjlok 5,5% pada Kamis, penurunan harian terbesar sejak Juni. Platinum dan palladium juga bergerak melemah.

Fundamental Gold memasuki Jumat dengan tekanan yang cukup kuat. Kombinasi minyak mendekati US$108, inflasi produsen yang tinggi, yield Treasury yang melonjak, dan peluang kenaikan bunga The Fed sekitar 70% membuat ruang pemulihan emas terbatas. CPI AS menjadi katalis utama; angka yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan Gold, sementara inflasi inti yang lebih lunak berpotensi memicu rebound setelah penurunan tajam pekan ini. PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.