Berita Emas 20 Januari 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Turun Tipis Usai Rekor, Tapi Pasar Masih “Ketagihan” Safe-Haven
Harga emas sedikit melemah pada perdagangan terbaru, setelah sehari sebelumnya melonjak dan mencetak rekor tertinggi baru. Pelemahan ini dinilai wajar sebagai koreksi teknis, karena sebagian pelaku pasar mulai mengunci profit setelah reli kencang.

Meski begitu, ruang turun emas diperkirakan tidak besar. Alasannya sederhana: risiko geopolitik masih panas, dan situasi seperti ini biasanya membuat investor kembali melirik emas sebagai tempat “berlindung” saat pasar tidak pasti.

Sorotan terbaru datang dari Greenland. Denmark mengirim pasukan tambahan ke wilayah tersebut pada Senin, di saat Presiden AS Donald Trump disebut mengatakan kepada Norwegia bahwa ia tidak perlu lagi berpikir “semata-mata tentang perdamaian” setelah tidak memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Pernyataan dan manuver ini membuat tensi makin sulit diprediksi.

Menurut Kepala Analis Pasar IG, Chris Beauchamp, pola reaksi pasar belakangan ini terasa makin jelas: setiap ada gejolak, responsnya adalah “beli emas dan perak.” Artinya, setiap headline baru berpotensi langsung mengangkat permintaan logam mulia.

Di pasar, emas spot turun tipis 0,1% ke $4.666,28/ons, sementara perak spot melemah 0,4% ke $93,96/ons. Pelaku pasar kini menunggu apakah penurunan ini hanya jeda singkat—atau justru jadi awal koreksi yang lebih dalam, tergantung seberapa panas babak berikutnya dari drama geopolitik. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Greenland Memanas, Emas Jadi Pelarian
Emas (XAU/USD) kembali menguat tajam pada Senin (19/1) di tengah perdagangan yang tipis karena pasar AS tutup untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr., bangkit dari pelemahan di akhir pekan lalu dan lagi-lagi mendekati area $4.700/ons. Harga menyentuh level tertinggi baru di $4.690/ons sebelum bertahan di kisaran $4.671/ons, seiring pasar masuk mode risk-off dan memburu aset safe-haven di tengah memanasnya tensi dagang AS–Eropa.

Pemicu utamanya datang dari “drama Greenland”. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang dari delapan negara Eropa—dan mengancam eskalasi menjadi 25% per 1 Juni bila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Langkah ini langsung mengguncang sentimen global: saham Eropa tertekan, sementara permintaan perlindungan nilai mengalir ke emas dan logam mulia lain.

Dari sisi Eropa, wacana respons balasan juga ikut menguatkan ketidakpastian. Uni Eropa dikabarkan membahas opsi mulai dari mengaktifkan Anti-Coercion Instrument (ACI)—yang dijuluki “bazooka”—hingga mempertimbangkan kembali paket tarif balasan bernilai besar. Kombinasi ancaman tarif dan risiko balasan inilah yang membuat pasar menambah premi risiko dan menahan selera terhadap dolar, memberi ruang bagi emas untuk tetap ditopang di dekat rekor. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.