Berita Emas 19 Januari 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Kenapa Emas & Perak Tiba-Tiba Meledak?

Emas dan perak kembali mencetak rekor baru setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Situasi ini langsung mendorong investor masuk ke aset aman, sehingga permintaan logam mulia meningkat tajam.

Trump menyebut tarif awal 10% akan mulai berlaku pada 1 Februari 2026, lalu naik menjadi 25% pada Juni 2026. Ancaman ini memicu kekhawatiran akan balasan dari Eropa yang bisa berkembang menjadi perang dagang besar—dan kondisi seperti ini biasanya membuat emas serta perak makin diburu.

Para pemimpin Eropa dikabarkan akan mengadakan pertemuan darurat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas langkah balasan. Sejumlah opsi disebut sedang dipertimbangkan, termasuk rencana tarif balasan terhadap barang-barang AS dengan nilai puluhan miliar euro.

Prancis juga disebut berpotensi mendorong penggunaan “anti-coercion instrument”, yaitu instrumen retaliasi paling kuat yang dimiliki Uni Eropa. Jika ini benar-benar diaktifkan, tensi perdagangan bisa naik level, dan pasar bisa makin agresif mencari perlindungan ke aset safe haven.

Dari sisi harga, spot gold naik sekitar 1,7% ke $4.676 per ounce dan sempat menyentuh puncak $4.690. Perak melesat sekitar 3,9% ke $93,63 dan sempat menyentuh $94,12. Platinum dan palladium juga ikut menguat, sementara dolar melemah tipis.

Ke depan, pasar akan fokus pada dua hal: apakah Eropa benar-benar membalas secara agresif, dan apakah tekanan politik AS terkait Greenland akan makin diperluas. Selama ketidakpastian ini masih tinggi, emas dan perak berpotensi tetap jadi “pelarian favorit” investor.

5 Poin Inti :

– Ancaman tarif Trump ke negara Eropa memicu lonjakan safe haven ke emas & perak.

– Tarif 10% mulai 1 Februari 2026, berpotensi naik menjadi 25% pada Juni 2026.

– Eropa menyiapkan pertemuan darurat dan opsi tarif balasan terhadap barang AS.

– Prancis berpotensi mendorong aktivasi “anti-coercion instrument” Uni Eropa.

– Harga terbaru: gold sekitar $4.676/oz (high $4.690) dan silver sekitar $93,63/oz (high $94,12).(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Aksi Profit Taking Hantam Emas, Sentimen Global Lebih Risk-On

Harga emas terkoreksi tajam pada Jumat (16/1), terseret aksi profit taking pasca reli ke rekor baru, sementara meredanya tensi geopolitik ikut menggerus minat pasar pada aset safe haven.

Emas spot turun 0,5% ke US$4.592,29 per ons pada pukul 13:39 waktu wasington, setelah sempat menyentuh US$4.536,49 di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga ditutup melemah 0,6% di US$4.595,40.

Meski melemah harian, emas masih berada di jalur kenaikan mingguan kedua beruntun sekitar +1,9%, usai menorehkan puncak historis US$4.642,72 pada Rabu. Tekanan jual kali ini juga sejalan dengan “pendinginan” di pasar komoditas setelah beberapa pekan reli agresif.

Berkurangnya “premi geopolitik”—terutama saat situasi Iran terlihat mereda dan Washington mengadopsi pendekatan lebih hati-hati—membuat pasar tak lagi seagresif sebelumnya memburu logam mulia.

Di sisi lain, sentimen global ikut dipengaruhi dinamika perdagangan setelah AS dan Taiwan mencapai kesepakatan yang memangkas tarif untuk sejumlah ekspor semikonduktor Taiwan sekaligus membuka arus investasi baru ke teknologi AS, sebuah langkah yang berpotensi memanaskan tensi dengan China.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga masih membaca skenario The Fed menahan suku bunga setidaknya hingga paruh pertama tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama 25 bps mengarah ke Juni.

Analis menilai koreksi ini masih tergolong wajar di tengah tren besar yang belum sepenuhnya patah—emas biasanya tetap “bernilai” saat ketidakpastian tinggi dan suku bunga cenderung turun, meski jalurnya kerap diselingi koreksi tajam. Sejalan dengan emas, perak juga ikut terseret: perak spot turun 2,9% ke US$89,65 per ons, namun masih mengarah pada kenaikan mingguan >12% setelah sebelumnya menyentuh rekor US$93,57.

Sejumlah bank menilai perak rentan koreksi lebih dalam karena kombinasi pasokan luar AS yang melonggar, arus keluar ETF, permintaan industri yang melemah, serta pengetatan aturan perdagangan di China. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.