Berita Emas 21 Januari 2026

PT Rifan

PT Rifan – Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem
Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua hal besar: krisis Greenland yang makin panas dan guncangan di pasar utang pemerintah Jepang yang membuat investor buru-buru mencari aset aman.

Di Davos, Presiden AS Donald Trump menunjukkan tidak ada tanda mundur dari niatnya mengambil pulau Arktik itu. Situasi makin membuat pasar tegang setelah Perdana Menteri Greenland meminta masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan invasi militer—meski ia menegaskan skenario itu kecil. Di tengah ketegangan tersebut, harga spot emas sempat menyentuh $4,781.19 per ons.

AS juga mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa—termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris—yang menolak rencana pengambilalihan Greenland. Ancaman ini memunculkan kembali bayangan perang dagang yang bisa merusak pertumbuhan, sehingga investor cenderung mengurangi posisi berisiko.

Perang kata-kata di Davos ikut menegaskan cepatnya hubungan AS dan Eropa memburuk. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik kebijakan dagang Trump, menilai Eropa perlu memperkuat kedaulatan agar tidak mengalami “vassalization dan blood politics”. Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahkan menyebut tatanan internasional berbasis aturan “secara efektif sudah mati”.

Dari sisi pasar, ketegangan ini mengguncang kepercayaan, menekan dolar, dan memperbesar minat pada safe haven seperti logam mulia. Kondisi makin diperparah oleh “meltdown” obligasi pemerintah Jepang, yang menyoroti kekhawatiran fiskal negara-negara besar dan mendorong fenomena debasement trade—investor menjauhi mata uang dan obligasi pemerintah.

Daniel Ghali, ahli strategi komoditas senior TD Securities, mengatakan masalah di Jepang memicu “ketakutan debasement yang digerakkan pasar” di berbagai negara. Ia menilai reli emas adalah soal kepercayaan: “untuk saat ini, kepercayaan melengkung tapi belum patah—kalau sampai patah, momentum bisa bertahan lebih lama.” Pada 07:59 waktu Singapura, spot emas naik 0,3% ke $4,775.40, perak naik 0,3% ke $94.8940. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1% setelah turun 0,5% dalam dua sesi sebelumnya, sementara platinum turun tipis dan palladium cenderung datar.

Sumber: Newsmaker.id

Risk-Off Menggila! Emas Loncat di Atas $4.700

Harga emas (XAU/USD) kembali mencetak rekor pada Selasa (20/1) dan menembus level psikologis $4.700 per ons.

Saat berita ini ditulis, emas diperdagangkan di sekitar $4.742, hanya sedikit di bawah rekor baru dekat $4.748. Kenaikan ini dipicu permintaan safe haven yang makin kuat saat tensi geopolitik meningkat.

Sentimen pasar masih rapuh karena isu dagang AS–Uni Eropa kembali memanas. Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru untuk delapan negara Eropa terkait sengketa Greenland.

Para pemimpin Eropa langsung mengecam keras dan memberi sinyal akan menyiapkan langkah balasan jika tarif benar-benar diterapkan.

Situasi ini menghidupkan lagi ketakutan perang dagang trans-Atlantik. Dampaknya, pasar cenderung “risk-off”: saham global tertekan, sementara aset defensif seperti emas makin diburu. Sikap Trump yang makin proteksionis juga menggerus kepercayaan pada aset AS, menekan dolar, dan mendorong investor mengalihkan dana ke mata uang G10 alternatif serta safe haven klasik.

Selain faktor dagang, perang Rusia–Ukraina dan ketegangan yang belum reda di Timur Tengah ikut menjaga risiko geopolitik tetap tinggi. Di saat yang sama, permintaan institusi dan investor yang masih kuat, ditambah ekspektasi The Fed yang cenderung lebih dovish, menjadi penopang tren naik emas yang terus berlanjut.(yds) PT Rifan.

Sumber: NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.