
Rifan Financindo – Emas Terkoreksi Tajam, Pasar Tenang Usai Trump Batalkan Tarif Greenland
Harga emas turun pada perdagangan awal setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa. Keputusan ini diambil setelah Trump menyatakan telah tercapai “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland, sehingga meredakan ketegangan geopolitik.
Sebelumnya, harga emas sempat melonjak selama tiga hari berturut-turut dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 4.888 per ons. Namun, sentimen pasar berubah cepat setelah pernyataan Trump tersebut, yang membuat investor mulai mengurangi minat pada aset aman seperti emas.
Trump mengumumkan kesepakatan awal Greenland melalui media sosial setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Meski tidak merinci isi kesepakatan, pasar menilai langkah ini cukup untuk menurunkan risiko konflik politik antara AS dan Eropa.
Meredanya ketegangan global ikut mendorong penguatan dolar AS. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,1%, yang biasanya memberi tekanan pada harga emas karena logam mulia tersebut dihargai dalam mata uang dolar.
Pada pukul 7.36 pagi waktu Singapura, harga emas turun 0,8% menjadi USD 4.793,96 per ons. Tidak hanya emas, harga perak juga turun 1,3% menjadi USD 91,86 per ons, sementara platinum dan paladium ikut melemah mengikuti arah pasar. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Tarif Ditahan, Emas Pangkas Kenaikan
Reli emas yang sempat nembus rekor baru pada hari Rabu (21/1) akhirnya melambat setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal lebih tenang soal perang tarif terkait Greenland. Trump bilang ia menahan diri untuk tidak menjatuhkan tarif ke negara-negara Eropa yang menolak rencananya, sambil mengklaim sudah ada “kerangka kesepakatan” untuk pembahasan Greenland dan kawasan Arktik.
Pasar langsung merespons: dolar sempat menguat tipis, dan emas yang tadi pagi sempat menyentuh area puncak harian $4.888 mulai terkoreksi. Secara update terakhir, harga emas spot bergerak di sekitar $4.809/oz atau naik sekitar 0,9%.
Yang paling terpukul justru perak. Setelah sempat euforia di puncak, perak berbalik turun dan kini berada di kisaran $92,06/oz atau turun sekitar 2,7%.
Trump juga menyebut akan ada pembahasan lanjutan soal sistem pertahanan rudal “Golden Dome”—dan ia menekankan Greenland dianggap krusial dalam konteks keamanan. Untuk negosiasi, Trump menunjuk JD Vance, Marco Rubio, dan Steve Witkoff sebagai tim utama.
Di sisi lain, isu independensi bank sentral ikut bikin investor lebih “adem”. Mahkamah Agung AS memberi sinyal skeptis terhadap upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, karena dikhawatirkan bisa mengganggu independensi The Fed dan memicu guncangan pasar.
Sementara itu, logam industri masih panas: tembaga LME 3-bulan terakhir tercatat sekitar $12.761,5/ton. Dan indeks dolar Bloomberg (BBDXY) terpantau di sekitar 1.202,88 pada sesi yang sama, menandakan dolar belum benar-benar pulih kuat. (Arl) Rifan Financindo.
Sumber: NewsMaker
