Berita Emas 6 Oktober 2026

PT Rifan

PT Rifan – Harga emas bergerak relatif datar pada awal perdagangan sesi Asia, Selasa (6/10), setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury mengimbangi berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas masih bertahan di sekitar level US$4.140, tetapi ruang penguatan terlihat terbatas karena pasar obligasi kembali berada di bawah tekanan.

Yield Treasury AS menjadi salah satu faktor utama yang membatasi kenaikan emas. Yield tenor 10 tahun sempat naik ke sekitar 5,35%, level tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit turun. Sementara itu, yield tenor 30 tahun juga sempat menembus sekitar 5,70%, level yang belum terlihat sejak 2002. Kenaikan yield membuat aset berbunga seperti obligasi menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, tekanan terhadap emas mendapat penyeimbang dari perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Data NFP September yang hanya bertambah 29.000 pekerjaan, disertai revisi turun data dua bulan sebelumnya, menunjukkan pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 22,7%, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 70% pada pekan sebelumnya.

Perhatian pasar kini beralih ke FOMC Minutes yang akan dirilis Rabu. Risalah rapat September akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai perdebatan para pejabat The Fed setelah bank sentral menaikkan suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Jika minutes menunjukkan kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkat, dolar dan yield berpotensi melemah sehingga memberikan ruang bagi emas untuk rebound. Sebaliknya, nada hawkish dapat kembali meningkatkan tekanan jual.

Analisa Newsmaker :

Gold masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko tekanan jangka pendek yang cukup besar selama yield Treasury dan dolar tetap tinggi. Peluang rebound tetap terbuka jika pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober. Namun, untuk kenaikan yang lebih kuat, emas membutuhkan konfirmasi dari penurunan yield dan perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. FOMC Minutes menjadi katalis utama yang akan menentukan arah berikutnya.

Sumber: Newsmaker.id

Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (5/10), setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury mengimbangi berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas sempat mendapat dukungan setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan tajam, tetapi momentum tersebut belum cukup untuk mendorong pemulihan yang kuat karena kondisi pasar obligasi masih menjadi hambatan utama.

Tekanan terhadap emas terutama datang dari dolar AS yang kembali menguat. Indeks dolar bergerak mendekati level tertinggi sejak April 2025, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, yield Treasury AS tenor 10 tahun masih berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Kombinasi dolar dan yield tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, ekspektasi kebijakan The Fed mulai berubah setelah data NFP September menunjukkan perusahaan AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah melambat. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 22%, dibandingkan sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan pada Desember cukup tinggi, sekitar 84%.

Karena itu, investor kini menunggu FOMC Minutes yang akan dirilis pertengahan pekan. Risalah rapat tersebut akan menjadi penting untuk melihat seberapa besar perhatian para pejabat The Fed terhadap perlambatan pasar tenaga kerja dibandingkan risiko inflasi. Jika minutes menunjukkan bahwa pelemahan tenaga kerja mulai menjadi perhatian utama, tekanan terhadap emas dapat berkurang. Sebaliknya, sikap hawkish dapat kembali mengangkat yield dan dolar.

Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam fase tarik-menarik antara ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan tekanan dari dolar serta yield yang tinggi. Dalam jangka pendek, peluang rebound tetap terbuka jika yield mulai turun dan dolar kehilangan momentum. Namun, selama yield bertahan tinggi, emas masih berisiko mengalami koreksi terlebih dahulu. FOMC Minutes akan menjadi katalis penting untuk menentukan apakah emas mampu membangun pemulihan atau kembali melanjutkan tekanan jual. PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.