
Rifan Financindo – Harga Emas Stabil di Tengah Ketegangan Dagang AS
Harga emas tetap stabil meski sempat mencatat penurunan ringan, seiring pasar yang mencoba mengabaikan ketidakpastian akibat kebijakan dagang terbaru Presiden AS Donald Trump. Emas diperdagangkan di sekitar $3.370 per ons setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya.
Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 100% pada impor semikonduktor, langkah yang dimaksudkan untuk mendorong produksi dalam negeri. Ia juga menggandakan tarif impor dari India menjadi 50% karena negara tersebut masih membeli energi dari Rusia. Jepang pun dilaporkan bisa menghadapi tarif lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya.
Selain faktor geopolitik, investor juga menantikan penunjukan gubernur sementara Federal Reserve yang kemungkinan besar akan mendukung kebijakan suku bunga rendah — kondisi yang menguntungkan bagi emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik hampir 30%, meskipun sebagian besar kenaikan terjadi pada empat bulan pertama akibat lonjakan ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga. Peningkatan pembelian oleh bank sentral dan minat untuk diversifikasi dari aset berbasis dolar AS juga menjadi faktor pendukung. Pada pukul 08.42 pagi waktu Singapura, harga emas naik tipis 0,1% ke $3.373,45 per ons.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id
Aksi Ambil Untung Tekan Emas, Trump Jadi Sorotan
Harga emas melemah pada hari Rabu (6/8) karena investor melakukan aksi ambil untung setelah mencapai level tertinggi hampir dua minggu pada sesi sebelumnya, sementara fokus pasar beralih ke nominasi Presiden AS Donald Trump yang akan datang untuk jabatan di Federal Reserve.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi $3.373,59 per ons pada pukul 14.00 ET (18.00 GMT). Harga emas berjangka AS ditutup stagnan di $3.433,4.
“Kami melihat ini sebagai sedikit kemunduran … sedikit aksi ambil untung dari kenaikan baru-baru ini di tengah kondisi ekonomi yang lebih tenang, dan sedikit berkurangnya permintaan akan aset safe haven,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Emas mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut setelah data pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat. Pelaku pasar kini melihat peluang penurunan suku bunga pada bulan September lebih dari 93%, naik dari 63% sebelumnya, menurut CME FedWatch.
Emas cenderung berkinerja baik selama ketidakpastian ekonomi dan kondisi suku bunga rendah semakin mendukung aset non-imbal hasil ini.
Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan menunjuk calon anggota Dewan Fed pada akhir minggu dan telah mempersempit opsi untuk menggantikan Ketua Jerome Powell.
Di tempat lain, harga perak spot naik 0,1% menjadi $37,88 per ons. Sementara itu, platinum naik 0,9% menjadi $1.332,26 dan paladium turun 2,7% menjadi 1.143,52, mencapai level terendah sejak 10 Juli hari ini.
“Kekhawatiran tentang sanksi terhadap Rusia telah menjadi salah satu faktor yang mendukung platinum dan paladium selama beberapa minggu terakhir,” kata Meger.
“Jadi, prospek meredanya ketegangan antara AS dan Rusia tentu saja telah memungkinkan harga untuk turun dalam beberapa sesi terakhir,” tambahnya.
Rusia merupakan pemasok utama paladium dan platinum.
Utusan AS Steve Witkoff mengadakan pembicaraan yang “bermanfaat dan konstruktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, ujar seorang ajudan Kremlin, dua hari sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Rusia untuk menyetujui perdamaian di Ukraina atau menghadapi sanksi baru. (Arl) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
