Berita Emas 14 Agustus 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Seruan Cut Rate Bessent Memantik Rally Emas
Emas melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga pada perdagangan sesi Asia Kamis (14/8) karena taruhan pada pemotongan suku bunga Federal Reserve semakin meningkat setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mendesak bank sentral AS untuk menurunkan biaya pinjaman.

Emas batangan diperdagangkan mendekati $3.370 per ons setelah imbal hasil Treasury turun pada hari Rabu karena Bessent menyarankan suku bunga acuan Fed seharusnya setidaknya 1,5 poin persentase lebih rendah dari sekarang. Biaya pinjaman yang lebih rendah dan imbal hasil yang menurun cenderung mendukung emas, karena tidak membayar bunga.

Meningkatnya taruhan pada pelonggaran moneter menandai pergeseran dari bulan lalu, ketika pasar pada satu titik melihat peluang kurang dari 50% untuk pemotongan suku bunga pada bulan September. Konsensus sekarang adalah pergerakan seperempat poin bulan depan, dengan beberapa taruhan pada pengurangan yang lebih besar.

Emas telah naik 28% tahun ini, dengan sebagian besar kenaikan tersebut terjadi dalam empat bulan pertama. Hal ini didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan yang telah memacu permintaan safe haven, sementara pembelian oleh bank sentral juga telah menopang kekuatannya.

Emas spot naik 0,5% menjadi $3.372,03 per ons pada pukul 7:25 pagi waktu Singapura, setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%. Perak, platinum, dan paladium semuanya menguat.

Pasar masih mencari klarifikasi resmi mengenai apakah impor emas batangan AS akan dikenakan tarif, setelah berhari-hari kebingungan yang mendorong lonjakan premi untuk emas berjangka di New York atas harga spot di London. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa tidak akan ada pungutan—yang menyebabkan kedua pasar bertemu—tetapi dia tidak merinci lebih lanjut. (Arl)

Sumber: Bloomberg

Emas Menguat di Tengah Ekspektasi Cut Rate & Negosiasi Geopolitik
Harga emas naik selama sesi Amerika pada Rabu (13/8), yang menguat 0,30% seiring investor terus meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Septembe.

Laporan inflasi terbaru untuk Juli menunjukkan hasil beragam: CPI utama tidak berubah, sementara CPI inti meningkat. Meski begitu, pelaku pasar tampaknya yakin Ketua The Fed Jerome Powell dkk. akan melanjutkan siklus pelonggaran pada September.

Dari sisi kebijakan, suara dari dalam pemerintahan Trump menggemakan sebagian tuntutan presiden agar The Fed menurunkan suku bunga. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan The Fed seharusnya mulai memangkas 50 basis poin (bps) pada pertemuan berikutnya, seraya menambahkan bahwa suku bunga seharusnya 150 hingga 175 bps lebih rendah.

Sementara itu, para pemimpin Eropa dan Ukraina dijadwalkan berbicara dengan Trump sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin menemuinya di Alaska untuk membahas gencatan senjata di Ukraina. Terkait pembicaraan perdagangan, Washington dan Beijing memperpanjang gencatan tarif selama 90 hari.

Ketiadaan data ekonomi membuat para trader kebingungan, sementara pejabat Federal Reserve bergantian muncul di lini pemberitaan, dipimpin Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic.

Para pelaku pasar akan mencermati rilis data berikutnya karena jadwal AS tetap padat. Di depan mata ada data PPI, klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 9 Agustus, penjualan ritel, dan indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan.(yds) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.