Berita Emas 3 September 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Betah Dekat Rekor, Investor Cari Aman di Tengah Drama The Fed
Harga emas berhasil mempertahankan reli enam hari yang membawa logam mulia ini ke rekor tertinggi baru pada Selasa (3/9).

Dorongan datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS yang meningkatkan daya tarik emas, serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven setelah aksi jual di pasar saham dan obligasi.

Harga emas spot bertahan di sekitar US$3.530 per ons troy, setelah sempat naik hingga 1,8% ke puncak baru US$3.540,04. Permintaan terhadap emas makin kencang seiring sentimen “risk-off” di pasar global, dipicu kekhawatiran atas arah kebijakan The Fed dan masalah defisit anggaran di negara-negara maju yang menekan saham dan obligasi jangka panjang.

Tahun ini, emas sudah naik lebih dari sepertiga, menjadikannya salah satu komoditas dengan performa terbaik. Reli terbaru didorong sinyal dari Ketua The Fed Jerome Powell yang membuka peluang pemangkasan suku bunga bulan ini, sementara data tenaga kerja AS pada Jumat mendatang bisa memperkuat alasan untuk pelonggaran kebijakan.

Tak hanya emas, perak juga mencatat kinerja lebih gila, dengan kenaikan sekitar 40% sejak awal tahun, bahkan menembus US$40 per ons untuk pertama kalinya sejak 2011. Permintaan didukung perannya di sektor energi bersih, termasuk panel surya, di tengah defisit pasokan global yang sudah berlangsung lima tahun berturut-turut. Namun, situasi makin rumit setelah serangan politik Trump terhadap The Fed memunculkan keraguan soal independensi bank sentral.

Pasar kini menanti putusan penting soal legalitas pemecatan Gubernur Fed Lisa Cook, serta siapa pengganti Jerome Powell saat masa jabatannya berakhir Mei mendatang. Ketidakpastian tambahan datang dari upaya Trump yang mendorong Mahkamah Agung mempercepat sidang banding terkait tarif impor, yang bisa memicu gejolak baru di perekonomian.(yds)

Sumber: Bloomberg

Rekor Baru! Emas Melonjak di Tengah Harapan Cut Rate The Fed
Emas naik lebih dari 1% pada hari Selasa (2/9), melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di atas $3.500 per ons, dengan investor memburu logam mulia ini di tengah meningkatnya keyakinan akan penurunan suku bunga Federal Reserve dan risiko politik serta ekonomi yang masih ada.

Harga emas spot naik 1,5% menjadi $3.529,01 per ons pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT), setelah sempat mencapai level tertinggi $3.529,93. Emas batangan telah menguat 34,5% tahun ini.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 2,2% lebih tinggi di $3.592,2.

“Pasar emas memasuki periode musiman yang kuat untuk konsumsi, ditambah dengan ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September. Kami terus memperkirakan rekor tertinggi baru,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir 92% pada pertemuan The Fed 17 September, menurut perangkat CME FedWatch. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Para analis mengatakan rekor kenaikan emas tahun ini telah didukung oleh pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, diversifikasi dari dolar AS, permintaan safe haven yang kuat di tengah ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta pelemahan dolar yang meluas.

Ketidakpastian seputar kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump juga telah menambah daya tarik logam mulia ini. Perselisihan publiknya dengan The Fed, termasuk kritik terhadap Ketua Jerome Powell dan dorongan untuk mencopot Gubernur Lisa Cook, telah menimbulkan kekhawatiran atas independensi bank sentral.

“Tuduhan terhadap Cook merupakan peringatan yang jelas bagi anggota FOMC lainnya untuk tunduk pada tekanan pemerintah untuk penurunan suku bunga yang substansial … Hal ini membuat investasi emas lebih menarik dalam lingkungan seperti itu,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan, merujuk pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Perhatian kini tertuju pada data penggajian nonpertanian AS pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk tentang seberapa besar penurunan suku bunga pada bulan September. Data ketenagakerjaan yang lemah minggu ini dapat memicu kembali diskusi seputar kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 bps, kata Zain Vawda, analis di MarketPulse oleh OANDA.

“Saya rasa ini tidak akan terjadi, meskipun kita mendapatkan data NFP yang buruk, tetapi pelaku pasar mungkin mulai memperhitungkan kemungkinan tersebut, dan itu dapat memicu reli emas,” tambah Vawda.

Aliran masuk ETF memperkuat reli tersebut. SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik 1,01% pada hari Jumat menjadi 977,68 ton, tertinggi sejak Agustus 2022.

“Pembelian oleh bank sentral dapat terus menjadi dasar bagi emas, tetapi arus masuk ETF yang kembali menyala diperlukan agar harga dapat menembus lebih tinggi lagi menuju target akhir tahun kami yang bullish di $3.675/oz,” kata Natasha Kaneva, kepala strategi komoditas global di J.P. Morgan, menambahkan bahwa mereka memperkirakan harga akan mencapai $4.250 pada akhir tahun 2026.

Harga perak spot naik tipis 0,4% menjadi $40,84 per oz, setelah mencapai level tertinggi sejak September 2011.

Platinum turun 0,2% menjadi $1.397,16, sementara paladium stabil di $1.137,33. (Arl) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.