
Rifan Financindo – Wow! Ini yang Terjadi dibalik Pergerakan Emas
Emas sedang menuju pekan terbaiknya dalam satu bulan, didorong oleh ketidakpastian baru soal data ekonomi resmi Amerika Serikat setelah pemerintah AS kembali beroperasi usai penutupan selama enam minggu. Harga emas bergerak di dekat level USD 4.190 per troy ounce, dengan kenaikan sekitar 5% dalam sepekan dan hampir menutup kembali penurunan tajam di sesi sebelumnya.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memang sedikit melemah sepanjang pekan ini. Beberapa pejabat bank sentral AS terlihat kurang yakin untuk segera kembali menurunkan biaya pinjaman. Padahal, suku bunga yang lebih rendah biasanya jadi angin segar bagi emas, karena emas tidak memberikan bunga sehingga lebih menarik ketika imbal hasil aset lain turun.
Meski demikian, investor masih terbelah. Sebagian menilai bahwa banjir data ekonomi yang tertunda selama penutupan pemerintah bisa mengungkap pelemahan yang cukup dalam untuk kembali membuka peluang pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, ada juga yang khawatir data justru tidak seburuk itu, sehingga The Fed merasa tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan.
Secara kinerja tahunan, emas sudah naik hampir 60% tahun ini dan berpotensi mencetak performa tahunan terbaik sejak 1979. Bank-bank sentral di berbagai negara meningkatkan pembelian emas sebagai penyimpan nilai dan alat diversifikasi cadangan. Investor institusi maupun ritel juga menambah posisi emas sebagai lindung nilai terhadap kekhawatiran fiskal di beberapa ekonomi besar dunia.
Tambahan lagi, emas masih didukung ekspektasi bahwa The Fed akan menambah likuiditas ke sistem keuangan. Pejabat Fed New York, Roberto Perli, menyebut bank sentral “tidak akan menunggu lama” untuk kembali membeli aset demi menjaga kecukupan likuiditas. Bulan lalu, The Fed juga mengumumkan akan menghentikan pengurangan neraca mulai 1 Desember. Pada perdagangan terakhir, emas naik sekitar 0,4% ke USD 4.187 per troy ounce, sementara indeks dolar relatif datar. Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga ikut menguat.(asd)
Source : Newsmaker.id
Aksi Sell-Off Buat Emas Tersungkur
Harga emas turun 1% pada hari Kamis (13/11), merosot dari level tertinggi tiga pekan sebelumnya di tengah aksi penjualan besar di pasar pasca pembukaan kembali pemerintahan AS.
Emas spot kehilangan 1,1% menjadi $4.151,86 per ons pada pukul 02:16 siang waktu AS (1916 GMT). Di tempat lain, perak spot turun 2,3% menjadi $52,18 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 17 Oktober.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,5% lebih rendah di $4.194,50.
Pemerintah AS akan melanjutkan operasinya setelah penutupan selama 43 hari yang memecahkan rekor, berdasarkan kesepakatan yang mendanai operasi federal hingga 30 Januari
“Logam berharga terjebak dalam penjualan besar-besaran, di mana saham, obligasi, dolar, dan kripto semuanya tertekan dan berada di zona merah,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.
“Ini adalah situasi klasik beli-isunya, jual-semua setelah pemerintahan AS dibuka kembali.”
Di awal sesi, emas spot mencapai level tertinggi sesi di $4.244,94, yang merupakan level tertinggi sejak 21 Oktober.
Awalnya, pasar emas dan perak menguat dengan harapan bahwa data ekonomi yang dirilis setelah penutupan akan mengungkapkan kelemahan pasar tenaga kerja AS dan mendorong The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga pada bulan Desember, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Namun, mengingat kekhawatiran tentang inflasi dan tanda-tanda stabilitas relatif di pasar tenaga kerja setelah dua pemangkasan suku bunga oleh AS tahun ini, semakin banyak pembuat kebijakan Federal Reserve yang menunjukkan ketidaktertarikan untuk melonggarkan lebih lanjut.
Survei swasta menunjukkan kelemahan pasar tenaga kerja.
Meskipun bank sentral AS menurunkan suku bunga bulan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa pelonggaran lebih lanjut tahun ini tidak dijamin, sebagian karena kurangnya data.
Penurunan suku bunga biasanya menguntungkan emas, yang tidak memberikan hasil dan sering dianggap sebagai aset safe-haven selama periode ketidakpastian ekonomi.
Platinum turun 2,8% menjadi $1.569,65 dan paladium turun 3,7% menjadi $1.419,75.(yds) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
