Berita Emas 17 November 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Mendadak Rebound! Apa Pemicunya?
Harga emas akhirnya bangkit setelah dua hari berturut-turut mengalami tekanan. Kenaikan tipis ini muncul karena para pelaku pasar mulai menimbang ulang peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan. Sebelumnya, sentimen pasar sempat terpukul oleh melemahnya harapan bahwa The Fed akan segera menurunkan biaya pinjaman.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat The Fed menyampaikan pandangan yang cukup hati-hati. Mereka menilai inflasi bisa saja melambat lebih lama atau kembali tersendat, sehingga penurunan suku bunga belum tentu dilakukan dalam waktu dekat. Beberapa pejabat seperti Jeff Schmid dan Susan Collins bahkan secara terbuka menolak pemangkasan suku bunga Desember. Sementara itu, Raphael Bostic memilih bersikap menunggu dan melihat perkembangan ekonomi berikutnya.

Di sisi lain, emas mendapat dorongan dari ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menambah likuiditas ke pasar keuangan. Perkiraan terbaru dari Barclays menunjukkan bahwa bank sentral bisa mulai membeli obligasi Treasury lebih cepat dari jadwal sebelumnya, yaitu pada Februari mendatang. Langkah ini biasanya dilihat sebagai sinyal pelonggaran kondisi keuangan, yang cenderung membuat emas lebih menarik.

Pada perdagangan Senin pagi di Singapura, emas naik sekitar 0,3% ke level $4.097 per ons. Harga perak ikut menguat, sementara paladium dan platinum bergerak mendatar. Meski kenaikannya belum besar, perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar emas masih sensitif terhadap perubahan sikap The Fed dan kondisi ekonomi global. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Retorika Hawkish The Fed Bikin Emas Terjun Bebas
Harga emas (XAU/USD) anjlok hampir 2% pada hari Jumat (14/11), namun sempat pulih setelah menyentuh level terendah harian di $4.032, di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menghentikan siklus pelonggaran kebijakannya karena sebagian besar pejabat menyampaikan pesan bernada hawkish.

Harga emas batangan turun tajam sepanjang hari, namun pada saat penulisan XAU/USD masih diperdagangkan di bawah $4.100, turun 1,72%.

Pasangan XAU/USD tergelincir hampir 2% seiring pembuat kebijakan menahan ekspektasi pelonggaran dan para trader menilai ulang peluang pemangkasan suku bunga Desember.

Pasar keuangan memangkas ekspektasi pada pertemuan Desember, dari 72% sepekan lalu menjadi sekitar 50% peluang pemangkasan, dengan sebagian besar pejabat The Fed masih khawatir terhadap inflasi meskipun mengakui adanya pelemahan di pasar tenaga kerja.

Sementara Jeffrey Schmid dari The Fed Kansas City mengatakan bahwa “inflasi masih terlalu panas” dan menambahkan bahwa kebijakan saat ini sudah berada di level yang semestinya. Pada pertemuan terakhir, ia menjadi salah satu dari dua pihak yang berbeda pendapat bersama Gubernur The Fed Miran yang menginginkan pemangkasan 50 bps, sementara Schmid memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Meski penutupan pemerintah terbesar dalam sejarah seharusnya membuat aliran data ekonomi kembali normal, Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS) belum merilis pernyataan mengenai perkiraan tanggal rilis data. Di situs resminya tertulis bahwa mereka “akan mengumumkan tanggal rilis berita yang direvisi di halaman ini begitu tersedia.”

Para pelaku pasar tetap berharap bahwa data terbaru nantinya akan menunjukkan perlunya pelonggaran lebih lanjut akibat memburuknya kondisi ekonomi AS.

Pada saat penulisan, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yields) bergerak naik, sementara dolar AS (Greenback) memangkas sebagian pelemahan hari Kamis yang sebelumnya telah mendorong Indeks Dolar AS (DXY) menjauh dari level 100, hingga menyentuh terendah mingguan di 98,99.(yds) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.