
PT Rifan Financindo – Harga emas sedikit menguat di awal sesi Asia menjelang pengumuman hasil rapat FOMC hari ini. Emas spot tercatat naik sekitar 0,1% ke kisaran $4.210,85 per troy ons, dengan investor memilih bersikap hati-hati sambil menunggu keputusan The Fed yang bisa jadi pemicu arah baru bagi logam mulia.
Secara umum, pasar sudah memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin, jadi fokus utama bukan lagi di angkanya, tapi di proyeksi ekonomi terbaru dan gaya komunikasi Ketua The Fed, Jerome Powell. Analis Daniel Takieddine dari Sky Links Capital Group menilai, apa yang Powell sampaikan di konferensi pers nanti bisa menggerakkan sentimen pasar lebih besar daripada keputusan bunga itu sendiri.
Ke depan, jika The Fed memberi sinyal kebijakan yang lebih agresif pada tahun 2026-misalnya ruang pemangkasan suku bunga makin sempit-emas berpotensi tertekan karena daya tarik aset berimbal hasil bisa meningkat. Sebaliknya, jika nada The Fed terdengar lebih lembut dan membuka peluang pelonggaran lebih lanjut, emas berpeluang melanjutkan kenaikan karena dianggap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah suku bunga yang cenderung lebih rendah. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Optimisme Jelang The Fed, Emas Menguat, Perak Cetak ATH
Emas menguat pada hari Selasa (9/12) karena para pedagang tetap optimistis menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve AS, sementara perak menguat hingga mencapai level tertinggi $60 per ons di tengah keterbatasan pasokan.
Harga emas spot naik 0,6% menjadi $4.211,77 per ons pada pukul 15.21 ET (2021 GMT). Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 0,4% di level $4.236,2 per ons.
Harga perak spot naik 4,3% menjadi $60,74 per ons, mencapai level tertinggi sepanjang masa.
“Orang-orang mengantisipasi bahwa akan ada permintaan industri yang kuat untuk perak di tahun-tahun mendatang, itulah sebabnya harga perak telah naik,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menambahkan bahwa momentum pembelian sedang kuat saat ini.
Sektor-sektor termasuk energi surya, kendaraan listrik dan infrastrukturnya, serta pusat data dan kecerdasan buatan akan mendorong permintaan industri lebih tinggi hingga tahun 2030, menurut asosiasi industri Silver Institute dalam sebuah laporan penelitian.
Harga perak juga didukung oleh pasokan yang terus rendah dan persediaan global yang menipis, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, serta penambahannya baru-baru ini ke dalam daftar mineral penting AS.
“Logam pada dasarnya fluktuatif, tetapi kecuali kita memperbaiki defisit, perak hanya punya satu jalan keluar, yaitu naik,” kata Maria Smirnova, manajer portofolio senior dan kepala investasi di Sprott Asset Management.
Di sisi kebijakan AS, pertemuan The Fed yang berlangsung selama dua hari akan berakhir dengan keputusan pada hari Rabu. Para pedagang sekarang melihat peluang 87,4% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini.
“Pergerakan emas saat ini disebabkan oleh lonjakan besar harga perak dan tingginya ekspektasi untuk penurunan suku bunga seperempat poin lagi,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior RJO Futures.
Sementara itu, laporan JOLTS dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan lowongan pekerjaan meningkat menjadi 7,67 juta pada bulan Oktober, melampaui perkiraan 7,15 juta, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat.
Emas mengabaikan laporan pekerjaan tersebut, kata Haberkorn, menambahkan “kita bisa melihat perak diperdagangkan di atas $70 per ons pada paruh pertama tahun 2026, dan emas berada di jalur menuju $5.000 per ons.”
Platinum naik 2,8% menjadi $1.688,39/ons, sementara paladium naik 2,6% menjadi $1.503,74/ons. (Arl) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
