Berita Emas 9 Desember 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Stabil, Apakah Badai Baru Akan Datang?
Emas bergerak stabil karena pelaku pasar mulai fokus ke arah kebijakan The Fed untuk tahun depan, bukan lagi sekadar penurunan suku bunga yang hampir pasti terjadi dalam waktu dekat. Emas batangan diperdagangkan di kisaran $4.193 per ons, setelah sesi sebelumnya ditutup sedikit melemah. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury AS naik pada hari Senin, menjelang rangkaian lelang dan keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu yang bisa membentuk ekspektasi pasar sampai tahun 2026.

Di pasar uang, pedagang swap masih memperkirakan pemangkasan suku bunga seperempat poin oleh The Fed. Namun, mereka sekarang cenderung hanya melihat dua kali pemangkasan tambahan sampai akhir 2026, turun dari ekspektasi tiga kali pemangkasan yang sempat muncul hampir seminggu lalu. Kevin Hassett, yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat ketua The Fed berikutnya, menilai tidak bijak jika bank sentral terlalu jauh menyusun rencana suku bunga untuk enam bulan ke depan. Perlu diingat, suku bunga yang tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia seperti emas karena tidak memberikan bunga.

Pada pukul 07.24 pagi waktu Singapura, harga emas tercatat stabil di sekitar $4.192,69 per ons. Perak justru turun tipis sekitar 0,1% ke level $58,1045 per ons. Sementara itu, Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat sekitar 0,1% pada hari Senin, menandakan dolar masih cukup kuat. Di sisi lain, harga palladium dan platinum cenderung stagnan tanpa pergerakan berarti, menunjukkan pasar logam mulia secara keseluruhan masih menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Jelang Rapat The Fed, Emas Mundur Pelan Cari Arah Baru
Harga emas sedikit melemah pada hari Senin (8/12), karena investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS dan pernyataan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter ke depan.

Harga emas spot turun 0,2% menjadi $4.189,49 per ons pada pukul 13.50 ET (18.50 GMT). Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,6% lebih rendah di $4.217,7 per ons.

“Pasar sedang menunggu keputusan Fed dan arahan lebih lanjut tentang kebijakan,” kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Emas tetap menarik karena fundamental tetap kuat dan pembelian oleh bank sentral terus berlanjut, kata Grant, menambahkan bahwa pergerakan menuju $5.000 per ons pada kuartal pertama tahun 2026 sudah dekat.

Pasar secara luas memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan para pedagang memperkirakan probabilitasnya sebesar 90%, naik dari sekitar 66% pada bulan November.

Komite Pasar Terbuka The Fed (FOMC) akan menutup rapatnya pada hari Rabu dengan keputusan kebijakan terakhirnya tahun ini, diikuti dengan konferensi pers dari Powell.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris menunjukkan dukungan yang kuat kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di London pada apa yang mereka gambarkan sebagai “waktu krusial” bagi Kyiv, di bawah tekanan AS untuk menyetujui usulan perjanjian damai dengan Rusia.

Emas, aset safe haven, cenderung berkinerja baik selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Morgan Stanley memperkirakan kenaikan lebih lanjut dalam emas, didorong oleh melemahnya dolar AS, pembelian ETF yang kuat, pembelian bank sentral yang berkelanjutan, dan permintaan safe haven.

Perak turun 0,5% menjadi $57,98 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi $59,32 pada hari Jumat.

“Perak biasanya mengikuti jejak kakaknya, emas, tetapi (dalam) beberapa minggu terakhir, perak justru memimpin pasar emas,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa harga akan menembus di atas $60 per ons dan bahkan bisa mencapai $70 per ons pada akhir tahun.

Platinum turun 0,1% menjadi $1.644,31, sementara paladium naik 0,2% menjadi $1.460,75. (Arl) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.