
PT Rifan Financindo – Data Kerja AS Malam Ini Bisa Bikin Emas “Meledak”?
Harga emas cenderung stabil di awal sesi Asia, karena pelaku pasar lagi nahan napas menunggu laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) bulan November yang rilis hari ini. Untuk sementara, harga emas spot nyaris nggak berubah di kisaran $4.306,60 per ons.
Menurut Fawad Razaqzada, analis pasar di FOREX.com, pasar sekarang memperkirakan tambahan tenaga kerja cuma sekitar +50.000. Di saat yang sama, tingkat pengangguran diprediksi naik ke 4,5%, yang bisa jadi sinyal ekonomi AS mulai melambat.
Kalau hasilnya ternyata lebih lemah dari perkiraan (kejutan penurunan), pasar bisa makin yakin The Fed bakal lebih cepat menurunkan suku bunga berikutnya. Dan biasanya, ekspektasi suku bunga turun bikin dolar dan yield melemah-ini yang sering jadi “bahan bakar” buat harga emas naik. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Emas Pangkas Gain, Ditengah Pembicaraan Ukraina, Fokus Data AS
Harga emas spot pada Senin (15/12) sempat naik lebih dari 1%, namun kemudian memangkas kenaikan dan hanya bertahan sekitar 0,2% di $4.309,82 per ons menjelang penutupan, sementara emas berjangka AS ditutup naik 0,2% di $4.335,2 per ons.
Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai kemajuan penting dalam pembicaraan perdamaian antara pejabat AS dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mulai mengurangi kebutuhan pasar terhadap emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, aksi ambil untung dan likuidasi posisi sepanjang pekan oleh trader futures juga ikut menekan harga.
Pasar kini mengalihkan fokus ke rilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) dan penjualan ritel yang akan keluar Selasa waktu setempat, yang bisa mengubah ekspektasi terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Januari 2026, yang saat ini diperkirakan sekitar 78%.
Di sisi lain, perak justru tampil jauh lebih kuat. Harga perak spot naik 2,6% ke $63,61 per ons, masih sangat dekat dengan rekor tertinggi $64,65 yang tercapai pada Jumat dan berada dalam jarak tembak menuju level psikologis $65.
Analis RJO Futures, Bob Haberkorn, memperkirakan harga perak bisa menembus di atas $65 pada akhir tahun dan berpotensi menyentuh $70 di awal kuartal I tahun depan.
Logam mulia lain juga menguat: platinum naik 2,5% ke sekitar $1.788,55 per ons, level tertinggi sejak 2011, sementara palladium melesat hampir 5% ke $1.560,25 per ons.
Produsen palladium terbesar dunia, Nornickel Rusia, memperkirakan pasar palladium bisa mengalami defisit sekitar 0,2 juta ons tahun ini jika memasukkan permintaan investasi, sehingga menambah dukungan pada harga logam tersebut.(yds) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
